Nikita Mirzani Mulai Hidup Andalkan Tabungan, Jatuh Miskin Nyai?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sejak pandemi corona menyerbu Indonesia, Nikita Mirzani mengaku banyak kehilangan pemasukan, terutama dari hasil syuting yang ditiadakan sementara waktu.

Ia juga mengaku kini untuk menyambung hidup mengandalkan tabungannya, sembari menunggu transferan hasil syuting masuk.

“Jujur ya TV udah mulai nggak transfer. Harusnya transfer per tanggal 27. Untungnya gue masih ada duit dari jual-jualan bisnis. Salon juga tutup kebetulan, jadi bertahannya ya sama uang di rekening saja,” kata Nikita di Jakarta, seperti dikutip dari Detikcom, Selasa 31 Maret 2020.

Saat ditanya berapa upah hasil syuting yang belum terbayarkan, Nikita enggan menjawabnya. Begitu juga ketika disinggung soal tabungannya menipis, ia mengaku masih punya uang.

“Ya Insyaallah nggak habislah. Jangan sampai. Tiba-tiba ada saja duit,” ujar Nikita.

Seperti diketahui, Nikita yang sering dipanggil ‘Nyai’ kini tersandung kasus KDRT dengan mantan suaminya, Dipo Latief. Bahkan, kasus ini sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Nikita Mirzani didakwa dengan Pasal 351 Ayat 1 atau Pasal 335 Ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara maksimal dua tahun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini