Ngilu Liatnya! Wanita Ini Operasi Area Intimnya Biar Mirip Vagina Barbie

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Wanita asal Inggris, Star Delguidice selalu membuat sensasi. Setelah mengaku telah melakukan 200 kali operasi plastik. Kini, dirinya melakukan operasi di area intimnya.

Delguidice bahkan sudah melakukannya untuk ketiga kalinya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan ‘vagina Barbie’.

Wanita 32 tahun itu pun ingin melakukan kembali operasi plastik vagina keempat yang akan berlangsung pada Desember mendatang. Delguidice mengaku melakukan prosedur bernama vaginoplasty untuk mempermuda area intimnya itu.

Menurut wanita yang tergila-gila dengan operasi plastik itu, vaginoplasty bisa mengencangkan dan merapatkan area kelaminnya. Delguidice pun mengatakan bahwa ia ingin menyamakan area pribadinya itu dengan milik Barbie.

“Operasi ‘Vagina Barbie’ akan memungkinkanku mendapatkan vagina paling sempurna seperti milik Barbie,” ujar Delguidice, seperti dikutip dari The Sun.

Untuk memperbarui area intimnya itu, Delguidice akan terbang ke Turki. Untuk biayanya, ia akan menghabiskan 5 ribu poundsterling atau sekitar Rp 90 juta.

Mantan penari tiang itu telah melakukan operasi plastik dalam 15 tahun terakhir ini. Ya, sejak usia 17 tahun, Delguidice sudah akrab dengan meja operasi.

Wanita glamour itu pun telah menghabiskan 200 ribu poundsterling atau Rp 3,6 miliar untuk operasi plastik. Tahun lalu, Delguidice mengaku bahwa bokongnya terasa akan meledak setelah melakukan operasi plastik pembesaran bokong.

Meski begitu, Delguidice mengatakan bahwa dia tidak akan berhenti. “Aku bangga dengan jumlah prosedur yang aku lakukan dan aku tidak akan pernah berhenti karena operasi plastik adalah bagian dari diriku,” katanya.

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini