Negara Ini Kembangkan Kecoak Jadi Kosmetik dan Obat Ajaib! Berani Coba?

Baca Juga

MATA INDONESIA, CINA – Makin hari, gaya hidup manusia modern makin aneh saja. Terbaru, hewan menjijikkan seperti kecoak yang kini dikembangkan menjadi alternatif obat dan kosmetik.

Bahkan sebelumnya, susu kecoak diprediksi laris sebagai superfood. Adalah seorang profesor di Universitas Pertanian Shandong, Liu Yusheng yang meyakini kecoak adalah obat dari segala penyakit. Pemimpin Asosiasi Serangga di provinsi Shandong ini pun mengatakan kecoak adalah obat ajaib yang bisa menyembuhkan penyakit lebih cepat dibanding obat lain.

Asal tahu saja, selama ini kecoak bubuk biasa digunakan untuk mengobati luka bakar di beberapa rumah sakit di Cina. Sementara di Korea, krim kecoak bisa disulap sebagai masker wajah.

Bahkan Cina kini meneliti penggunaan sirup kecoak sebagai obat maag dan TB paru. Eits tunggu dulu! Kecoak yang digunakan bukan kecoak sembarangan lho.

Kecoak yang dimaksud adalah jenis Periplaneta americana atau yang jamak dikenal sebagai kecoak Amerika kini digunakan sebagai bahan dalam obat dan kosmetik. “Itu bukan seperti kecoak-kecoak yang Anda lihat di rumah, mereka itu kecoak Jerman. Ada ratusan spesies kecoak tapi cuma jenis ini yang punya nilai medis. Ini asli dari provinsi Guangdong,” kata Wang Fuming, peternak kecoak kenamaan dari provinsi Shandong, China pada Telegraph.

Sejak 2011-an, permintaan kecoak di peternakan Wang melonjak. Peternakan Wang bisa panen sampai lebih dari 100 ton kecoak setahun. Kecoak-kecoak dibunuh sebelum mencapai usia empat bulan karena saat itu sayapnya akan tumbuh sempurna dan mereka akan bisa terbang. Caranya, kecoak-kecoak akan dimasukkan dalam sebuah panci besar dan direbus.

Wang menghabiskan 160.000 euro (setara Rp 2,4 miliar) untuk membangun peternakan kecil termasuk menyelimuti ruangan dengan plastik supaya kecoak tidak kabur. Tapi tiap tahun dia meraup keuntungan setidaknya Rp 500 juta sampai Rp 1,4 miliar.

Istri Wang, Li Wanrong, mengaku rambutnya yang sempat botak jadi tumbuh sehat setelah membuat larutan semprot dari kecoak. “Aku mengaplikasikannya dari kulit kepala. Rambutku tumbuh lagi. Aku juga pakai masker wajah kecoak, orang-orang bilang aku awet muda,” ujarnya.

So, berani mencoba menggunakan obat dan kosmetik yang dibuat dari kecoak?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini