Nathalie Holscher Sudah Keluar dari Grup WhatsApp Keluarga Sule

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sejak memutuskan untuk cerai, Nathalie Holscher mengaku sudah keluar dari grup WhatsApp keluarga Sule. Tapi, bukan berarti dia menutup jalur komunikasi.

Setelah menikah kurang lebih dua tahun, Nathalie memutuskan menggugat cerai Sule. Dalam agenda awal persidangan tahap mediasi, keduanya tetap sepakat berpisah.

Pada akhirnya, Sule berjanji akan memberikan nafkah 25 juta Rupiah per bulan untuk putranya, Adzam. Selain itu, Nathalie juga takkan menghalangi Sule atau anak-anaknya bertemu dan berkomunikasi dengan Adzam.

Hanya saja, Nathalie mengaku sudah tak ada lagi di grup WhatsApp keluarga Sule.

“Grup WhatsApp? Aku kan udah gak ada. Keluar dari grup WhatsApp pas udah memutuskan (gugat cerai Sule),” ujarnya.

Nathalie menegaskan tetap membuka jalur komunikasi bagi Sule dan anak-anaknya jika ingin bertemu atau hanya sekadar melakukan video call dengan Adzam.

“Lancar semua (komunikasi). Gak ada gimana-gimana, tetep komunikasi dengan baik. Jadi kakak-kakanya kalau mau video call, pintu terbuka. Kalo mau video call, hubungan kan harus lebih baik, mau kakaknya atau ayahnya,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini