Namanya Giant Betta, Ternyata Ini Ikan Cupang Terbesar di Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ikan Cupang adalah ikan air tawar yang habitatnya berasal dari beberapa Negara di Asia Tenggara. Seperti Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura dan Vietnam juga salah satunya Indonesia.

Ikan Cupang merupakan salah satu jenis ikan yang mampu bertahan hidup dalam jangka waktu lama. Tak heran jika Ikan ini menjadi sasaran pecinta dan peminatnya. Ikan ini juga memiliki standar regular ukuran, sebab ukuran ikan cupang akan menentukan harga jualnya.

Dalam menentukan ukuran ikan cupang dibagi menjadi beberapa kategori yaitu (S), (S+), (M), (M+), (L) dan setiap kategori itu memilki dua sudut pandang yang berbeda. Pertama segi ukuran panjang dan kedua segi umur cupang tersebut. Selain itu ikan ini juga terkenal akan warna – warni dan karakter uniknya. Melihat ukurannya tentu saja ikan ini memiliki bentuk yang besar dan kecil. Tetapi ukuran Ikan Cupang tidak bisa dinilai dengan begitu mudah. Butuh proses yang panjang untuk mendapatkan ikan yang indah begitu juga dengan bentuk ukuran. Seperti Ikan Cupang terbesar di dunia contohnya.

Ternyata jenis Ikan Cupang terbesar di dunia yaitu Giant Betta. Ikan Cupang ini tergolong ikan yang beda dibandingkan yang lain, karena ukurannya yang lebih besar dibanding Ikan Cupang pada umumnya. Dinamakan Giant Betta, artinya ikan ini seperti raksasa dalam golongan percupangan. Namun ikan ini bukan berasal dari Indonesia melainkan dari Negara Thailand.

Asal usul Ikan Cupang Giant Betta ini bermula dari seorang peternak ikan yang bernama Mr Athapon atau dikenal Uncle Sala pemilik Diamond Fish Farm dari Thailand pada tahun 1999. Ia menemukan ikan tersebut bersama anaknya yang bernama Mr Natee. Mereka memiliki Ikan Cupang ini dengan panjang 10 cm (4 inchi) dari akuarium budidaya dan berniat untuk mengembangkan ikan ini menjadi lebih besar.

Setelah sekian lama mencari indukan betina untuk dijadikan pasangan ikan besar ini, mereka akhirnya menemukan indukan itu dengan menyeleksi ikan dalam 300-an akuarium yang mereka miliki. Mereka mengawinsilangkan ikan tersebut agar mencapai bentuk dan ukuran yang dicita-citakan. Rekor ukuran paling besar yang mereka temukan adalah 12.5 cm (5 inchi) dengan umur ikan 1 tahun. Dari sanalah ikan ini akhirnya diberi nama Giant Betta. Ikan ini sempat dipasarkan oleh Uncle Salad dan anaknya pada tahun 2001. Kemudian ikan ini ikutserta dalam kontes internasional, IBC (International Betta Competition) di Amerika Serikat. Saat itu ikan ini diberi harga hingga 1000 dolar AS atau setara dengan 10 juta pada saat itu.

Pada masa pembudidayaan ikan ini membutuhkan waktu sekitar 8 hingga 9 bulan untuk mencapai ukuran besar. Ukuran tersebut 7.5 cm (3 inchi) yang dapat dijangkau hanya dengan rentang waktu 5 bulan saja. Ikan ini pada akhirnya mencapai ukuran yang sangat besar yaitu 12.5 cm. Karena ukurannya yang terlalu besar menyebabkan Ikan Cupang ini tidak dapat bergerak dengan bebas. Ikan ini tidak bisa bergerak aktif seperti Ikan Cupang yang berukuran normal. Tetapi meskipun kurang aktif dalam pergerakannya ikan ini tetap terlihat garang dan indah seperti Ikan Cupang pada umumnya. Hanya ukurannya saja yang membedakan.

Selain Ikan Cupang Giant Betta saat ini sudah muncul jenis ikan yang sama antara lain: Halfmoon, Giant Crowntail dan Giant Double Tail. Warna dan sirip yang dimiliki jenis ikan tersebut semakin bervariasi dalam dunia percupangan. Tak heran semakin hari ikan cupang laris dipasaran dunia bahkan Indonesia.

Reporter: Reyghita Laura

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini