Militer Korea Selatan Tolak Seleb yang Daftar Wamil di Tengah Penyelidikan

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Militer Korea Selatan memutuskan untuk menolak selebritas yang berada di bawah penyelidikan kriminal aktif untuk dapat menjalani wajib militer (wamil). Hal ini dilakukan agar proses penyelidikan tetap berjalan semestinya, sehingga wamil tidak dijadikan alasan untuk melarikan diri.

Dilansir dari AllKpop, menurut buklet yang diterbitkan oleh Kementerian Strategi dan Keuangan pada tanggal 28 Juni 2021, “Perubahan akan berlangsung mulai dari paruh kedua tahun 2021. Tanggal pendaftaran wajib militer untuk selebriti yang sedang diselidiki akan ditunda seperti yang diminta oleh kepala. dari lembaga investigasi.”

Mengenai latar belakang tindakan tersebut, Administrasi Tenaga Kerja Militer menjelaskan, “Jika seseorang bergabung dengan militer saat sedang diselidiki atas tuduhan kriminal, kelangsungan penyelidikan akan terputus dan orang tersebut tidak akan dapat berkonsentrasi pada dinas militernya. ”

Seperti diketahui, beberapa artis Korea Selatan yang sedang menjalani penyelidikan memilih untuk mendaftarkan diri untuk menjalani wajib militer. Di antaranya ada Seungri mantan angota BIGBANG dan aktor Lee Seo Won.

Seungri sedang diselidiki untuk ‘Skandal Burning Sun’ atas tuduhan menengahi prostitusi dan perjudian di luar negeri. Di tengah persidangan, Seungri mendaftar wajib militer. Sementara, aktor Lee Seo Won juga menjalani wajib militer saat diadili karena pelecehan dan intimidasi seksual.

Ada kekhawatiran bahwa orang-orang ini telah memilih untuk mendaftar untuk kewajiban militer mereka sebagai cara untuk menghindari hukuman atas kejahatan mereka. Oleh karena itu, tindakan baru akan mencegah apa yang disebut, “daftar wajib militer untuk melarikan diri.”

Subyek Permohonan adalah mereka yang sedang menjalani pemeriksaan atas tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara atau lebih. Jika kepala badan investigasi meminta penundaan tanggal pendaftaran, kepala kantor urusan militer setempat dapat menunda pendaftaran hingga satu tahun di bawah kekuasaannya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Targeting Nutrition: Peran MBG 3B dalam Menurunkan Stunting

Oleh : Ricky Rinaldi Stunting masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan kesehatanmasyarakat di Indonesia. Masalah ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisikanak yang mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi juga berdampak padaperkembangan kognitif, kemampuan belajar, hingga produktivitas pada masa dewasa. Karena itu, penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang tidakhanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan. Dalam kontekstersebut, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pendekatan 3B menjadibagian penting dari strategi nasional untuk memperkuat intervensi gizi sejak dini.Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam jangkapanjang, terutama pada masa awal kehidupan anak. Faktor penyebabnya tidakhanya berkaitan dengan akses terhadap makanan, tetapi juga kualitas polakonsumsi, kondisi sanitasi, serta tingkat edukasi keluarga mengenai pentingnyanutrisi. Oleh karena itu, upaya penurunan stunting membutuhkan kebijakan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunansumber daya manusia harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama gizi anak. Peningkatan kualitas generasi muda tidak dapat dipisahkan dariupaya memastikan bahwa anak-anak tumbuh sehat sejak usia dini. Program MBG menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan negara hadir memberikandukungan nyata terhadap kebutuhan gizi masyarakat.Konsep MBG 3B mengacu pada pendekatan yang menitikberatkan pada makananbergizi yang baik, berimbang, dan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanyamemastikan kecukupan asupan nutrisi, tetapi juga memperhatikan kualitas bahanpangan dan kesinambungan distribusi. Dengan demikian, program tidak hanyamemberikan dampak jangka pendek, tetapi juga mendukung perubahan polakonsumsi yang lebih sehat.Pendekatan baik dalam MBG 3B menekankan pentingnya kualitas makanan yang diberikan. Nutrisi yang dikonsumsi anak harus memenuhi kebutuhan dasarpertumbuhan, termasuk protein, vitamin, mineral, dan zat gizi mikro lainnya. Pemenuhan nutrisi yang tepat akan membantu memperbaiki kondisi kesehatan anakserta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.Sementara itu, unsur berimbang menggarisbawahi pentingnya komposisi makananyang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Asupan gizi yang hanya berfokus pada satujenis makanan tidak cukup untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Anakmemerlukan kombinasi sumber karbohidrat, protein, lemak sehat, serta sayur danbuah agar perkembangan fisik dan mental dapat berjalan secara maksimal.Unsur berkelanjutan dalam MBG 3B menjadi faktor penting yang membedakanprogram ini dari pendekatan bantuan sesaat. Program dirancang agar dapatberlangsung secara konsisten dan terintegrasi dengan sistem pangan lokal. Dengankeberlanjutan, manfaat program tidak berhenti pada satu periode, tetapi dapat terusmendukung upaya penurunan stunting dalam jangka panjang.Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menekankan bahwa intervensi giziharus dilakukan secara tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat. Program MBG tidak hanya berorientasi pada distribusi makanan, tetapi juga padapembentukan pola konsumsi sehat. Dengan pendekatan berbasis data, intervensidapat diarahkan pada kelompok yang paling membutuhkan sehingga dampaknyalebih efektif.MBG...
- Advertisement -

Baca berita yang ini