Mertua BCL Lukis Bunga Anggrek Putih di Makam Ashraf Sinclair, Tulis Pesan Menyentuh

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hari ini, Kamis 18 Februari 2021, tepat satu tahun kepergian Ashraf Sinclair. Tahun lalu, suami Bunga Citra Lestari (BCL) pergi untuk selama-lamanya setelah mengalami serangan jantung.

Setelah ditinggal Ashraf, BCL pun berusaha bangkit demi putra semata wayang mereka, Noah. Ia kini sudah kembali tampil di depan publik meskipun berat rasanya, karena biasanya ditemani Ashraf.

Selain BCL, keluarga Ashraf yang merupakan orang Malaysia juga merasa kehilangan. Melalui Instagramnya, ibunda Ashraf, Khadijah A Rahman-Sinclair, pun mendoakan kepergian sang anak.

Di hari peringatan kematian Ashraf, wanita yang akrab disapa Dida ini mengungah sebuah foto lukisan. Lukisan itu bergambar bunga angrek putih yang disemati doa untuk mendiang Ashraf.

Tak hanya itu, Dida juga mengenang sosok Ashraf semasa hidupnya. “Ya Allah, kami bersyukur karena Engkau telah memberikan putra yang baik, saudara yang baik, suami tercinta sekaligus ayah yang luar biasa sebelum ia kembali ke Rahmatullah,” tulis Dida dalam bahasa Inggris.

“Ia telah melakukan banyak hal untuk kita, peduli, dan sekarang kita hanya bisa saling mempedulikan satu sama lain seperti yang Ashraf lakukan sebelumnya,” lanjutnya.

Usut punya usut, anggrek yang digambar adalah bunga yang ada di tanam di dekat makam Ashraf. Tak butuh waktu lama, foto unggahan Dida banjir doa untuk mendiang Ashraf.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini