Mengenal Universitas Azzahra, Kampus Barbie Kumalasari yang Viral dengan Kasus Ikan Asin

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Akhir-akhir ini sosok Barbie Kumalsari ramai diperbincangkan dan menyita perhatian publik. Tak hanya karena kasus ikan asin yang menjerat suaminya, Galih Ginanjar, Namun mengenai pengakuannya yang seorang pengacara dan telah bergelar sarjana hukum.

Dirinya mengatakan bahwa telah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Azzahra dan lulus tahun 2012. Nah, seperti apa profile dari universitas yang meluluskan Barbie Kumala?

Universitas Azzahra semula berada di bawah naungan Yayasan Azzahra yang diketuai oleh Ir. Fadel Muhammad berdasarkan Akta Notaris H.A Kadir Usman No. 147 dibentuk pada tanggal 22 Agustus 1994. Kemudian nama Yayasan Azzahra berubah nama menjadi Yayasan Lentera Azzahra yang diketuai Doktor Sechan Shahab berdasarkan Akta Notaris Hadijah S.H. No. 46, tanggal 29 April 2008.

Universitas Azzahra resmi dibentuk melalui penggabungan Universitas Islam Syekh Yusuf dengan Akademi Keuangan dan Perbankan Internasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 48/D/O/1997, tanggal 22 Agustus 1997 dengan Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa, S.H. sebagai Rektor pertama Universitas Azzahra.

Dalam perkembangannya, nama Universitas Azzahra berubah menjadi Universitas Islam Azzahra seperti yang tersebut didalam Keputusan Direktur Jenderal Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI No, 54/DIKTI/Kep./1998, tanggal 25 Mei 1998 dan digunakan sampai dengan tahun 2012 awal.

Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, nama Universitas Islam Azzahra diputuskan untuk dikembalikan ke nama semula, yaitu Universitas Azzahra, berdasarkan rapat Senat Universitas Islam Azzahra pada tanggal 16 Oktober 2012.

Universitas ini memiliki tujuh program pendidikan, enam untuk D3, S1 dan satu fakultas untuk pasca sarjana hingga kelas karyawan.

Kampus ini beralamatkan di Jalan Jatinegara Barat No.144, RT.10/RW.1, Kampung Melayu, RT.10/RW.1, Jatinegara Barat, RT.10/RW.1, Bidara Cina, Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13320

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini