Mengenal Lebih Dekat JKT48, Idol Group yang Terancam Bubar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – JKT48 kini sedang menjadi sorotan publik. Idol group yang diperkenalkan pada 2011 ini, dikabarkan terancam bubar akibat kondisi finansial yang kurang sehat.

Melalui General Manajer Theater JKT48, Melody Nurramdhani, masalah finansial ini akibat dari pandemi COVID-19. Ia membeberkan bahwa saat ini ada ratusan orang yang bekerja dalam grup tersebut dan berusaha untuk memberikan yang terbaik pada para fans.

“Sampai Bulan November ini, JKT48 telah melakukan semua hal yang bisa dilakukan agar tetap bertahan hidup. Akan tetapi sejujurnya dengan dihentikannya pertunjukan teater, handshake dan konser, kami merasa bahwa tujuan sebenarnya dari JKT48 tidak dapat dilakukan dengan maksimal” jelas Melody.

Meski sudah melakukan upaya terbaik, nyatanya hal itu masih tidak maksimal. Dari sisi bisnis, manajemen JKT48 mengalami kerugian yang begitu signifikan sehingga kesulitan untuk bisa terus beroperasi.

“Walaupun semuanya telah berusaha dengan sekuat tenaga, faktanya secara bisnis, grup ini mengalami kerugian yang sangat menyakitkan, sehingga kami ada di posisi yang sangat-sangat sulit untuk terus beroperasi,” kata dia.

Jika terus berjalan seperti ini, kemungkinan besar langkah yang bakal diambil manajemen adalah membubarkan JKT48. Dan tentunya itu akan menjadi kabar duka bagi para member danfans.

“Beberapa bulan terakhir, tim manajemen dan para stakeholder terus menerus berdiskusi, apakah sudah benar-benar tidak ada cara lain bagi JKT48 selain untuk bubar? Apakah JKT48 yang telah bertahan selama 9 tahun harus berhenti sampai di sini? Apakah grup yang telah didukung oleh banyak orang harus selesai di sini?” jelasnya.

Buat yang belum tahu, JKT48 merupakan sebuah idol group yang sudah dibentuk 9 tahun lamanya. Idol Group ini merupakan salah satu anggota dari 48 family.

Seperti diketahui terdapat Idol Group ‘48’ lainya yaitu AKB48, NMB48, SKE48, HKT48 dan SNH48. JKT48 merupakan anggota pertama 48 Family yang berasal dari luar Jepang (Jakarta, Indonesia), disusul dengan SNH48 yang berasal dari Shanghai, China.

JKT48 diproduseri oleh Akimoto Yasushi, seorang produser musik terkenal di Jepang. Akimoto juga memproduseri lagu-lagu anggota 48 Family lainya.

Pembentukan JKT48 pertama kali diumumkan pada 11 September 2011 di sebuah acara AKB48 yang diadakan di Makuhari Messe di Chiba, Jepang. JKT48 sendiri menggunakan sistem audisi untuk perekrutan membernya.

Dari total 1.200 orang yang mengikuti audisi hanya tersisa 28 orang. Akan tetapi walaupun 28 orang telah dinyatakan lolos audisi terdapat tujuh orang mengundurkan diri dan tersisa 21 orang yang akhirnya menjadi JKT48 generasi pertama.

JKT48 muncul di televisi Indonesia pertama kali pada 17 November 2011 tepatnya di Global TV pada acara 100% Ampuh. ‘Heavy Rotation’ dibawakan sebagai lagu debut mereka.

Saat ini JKT48 memiliki member sebanyak 77 orang. Berbagai penghargaan juga sudah dimiliki oleh Idol Group ini. Akan tetapi sampai November 2020, JKT48 masih mencari cara untuk bertahan melewati kondisi finansial yang kurang baik akibat pandemi ini.

Reporter: Teuku Khanif Miftaputra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini