Masih PAUD Sudah Pakai Hermes, Harga Tas Stormi Webster Bikin Melongo!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pebisnis kosmetik internasional, Kylie Jenner memang selalu disorot perihal gaya hidupnya yang bergelimang harta. Ia rela merogoh kocek ratusan ribu bahkan jutaan Dolar untuk memuaskan hasratnya yang hidup serba mewah.

Termasuk untuk putri semata wayangnya, Stormi Webster. Buah cintanya bersama Travis Scott ini memasuki usia dua tahun. Meski begitu, Stormi sudah mulai bersekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kabar ini terlihat dari unggahan Jenner yang merekam ekspresi Stormi saat mulai masuk sekolah pada Rabu 30 September 2020. Gadis kecil itu nampak melompat-lompat kegirangan sembari mengatakan “first day school”.

View this post on Instagram

first day of schooooool ??

A post shared by Kylie ? (@kyliejenner) on

“Hari pertama sekolah,” tulis Kylie dalam unggahannya.

Namun, tak cuma kelucuan tingkah Stormi, tas yang digunakan gadis kecil itu juga bikin netizen jadi salah fokus. Dikutip dari Entertainment Tonight, tas ransel kecil yang digunakan oleh keponakan Kendall Jenner itu ialah Kelly Bag dari Hermes. Tak tanggung-tanggung, harganya mencapai 10 ribu Dolar AS atau sekitar 148,6 juta Rupiah.

Potret putri Kylie mengenakan barang-barang mewah juga tak cuma kali ini. Stormi sering terlihat menggunakan outfit hingga tas branded dengan harga selangit.

Stormi Webster, putri Kylie Jenner yang sering pakai barang mewah (instagram/kyliejenner)
Stormi Webster (instagram/kyliejenner)

Saat perayaan ulang tahun Stormi beberapa waktu lalu, Kylie rela menghabiskan ratusan ribu Dolar untuk membuat pesta ulang tahun bertemakan taman hiburan bernama ‘StormiWorld’.

Pesta tersebut dilengkapi fasilitas dan wahana permainan lengkap bak Disneyland dan dihadiri para kerabat Kylie salah satunya penyanyi Cardi B.

Duh, bikin iri aja ya Stormi!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Moratorium SPPG dan Komitmen Menjaga Keberlanjutan Program Gizi Nasional

Oleh : Antonius UtomoKeputusan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberlakukan moratorium pembangunan dan pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) barumemunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai kebijakantersebut sebagai langkah yang berpotensi memperlambat perluasan Program Makan BergiziGratis (MBG), sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai upaya strategis untukmemperkuat fondasi program sebelum dilakukan ekspansi lebih lanjut. Di tengah berbagaipandangan tersebut, satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa moratorium bukanlahpenghentian program, melainkan bagian dari proses evaluasi guna memastikan keberlanjutandan kualitas layanan gizi nasional.Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitassumber daya manusia Indonesia. Sejak diluncurkan, program ini terus mengalami perluasancakupan dengan dukungan ribuan SPPG yang tersebar di berbagai daerah. Bahkan, BGN mencatat pembangunan puluhan ribu SPPG dalam kurun waktu yang relatif singkat sebagaibentuk percepatan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya peserta didik dan kelompok rentan. Di saat yang sama, skala program yang semakin besar menuntut adanyasistem tata kelola yang semakin kuat dan terukur.Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Trenggono menegaskan bahwa moratorium...
- Advertisement -

Baca berita yang ini