Makan Kangkung Bisa Bikin Ngantuk, Mitos atau Fakta?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sayuran jenis kangkung menjadi makanan favorit bagi masyarakat Indonesia. Rasanya yang nikmat dan cocok diolah dengan bumbu khas nusantara membuat hidangan kangkung banyak dicari.

Dilansir dari Dokter Sehat, kangkung merupakan salah satu sayuran berdaun hijau gelap yang memiliki nutrisi tinggi. Kangkung sangatlah bergizi karena mengandung banyak vitamin dan mineral. Kangkung juga merupakan sumber serat dan mengandung kalsium dan zat besi yang baik untuk tubuh.

Sayuran tersebut memang memiliki banyak nutrisi dan manfaat yang baik untuk kesehatan kita. Namun, meski makanan sehat, kangkung tak luput dari mitos-mitos yang terkadang membuat masyarakat ragu mengonsumsinya.

Salah satu mitos kangkung yang sering beredar dan masih dipertanyakan banyak orang ialah mudah membuat mengantuk. Benar gak sih?

Berdasarkan peneltian, kangkung mengandung berbagai senyawa aktif, seperti kalium dan natrium. Senyawa-senyawa tersebut memang dapat membuat seseorang tenang karena sifatnya yang menekan susunan syaraf pusat. Diduga, zat tersebut yang membuat seseorang merasa ngantuk usai mengonsumsi kangkung.

Selain itu, dilansir dari Research Food Nutrition, kangkung mengandung mineral kalium dalam jumlah yang banyak, yakni 175 mg. Sedangkan, makanan yang tinggi kalium terkenal dapat mengurangi tekanan darah yang membuat orang lebih rileks. Itulah sebabnya beberapa orang merasa ngantuk usai mengonsumsi kangkung.

Namun, mitos kangkung benar-benar bisa membuat seseorang mengantuk saat mengonsumsinya masih belum bisa dipastikan oleh para ahli. Beberapa pakar kesahatan masih menduga-duga kandungan lainnya yang terdapat pada kangkung. Mereka masih perlu memastikan apakah kangkung benar-benar membuat seseorang yang mengonusminya mengantuk.

Meski begitu, kamu bisa simpulkan sendiri gaes melihat dari kandungan dan senyawa yang terdapat pada sayuran hijau tersebut. Jadi, kamu percaya atau tidak kangkung bisa bikin mengantuk?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini