Liburan Akhir Tahun, Presiden Jokowi Pamer 44 Domba Peliharaannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Joko Widodo memiliki kegiatan favorit saat liburan dari segala aktivitas kenegaraannya. Salah satunya dengan menengok domba-domba Garut miliknya saat liburan akhir tahun.

Mengutip akun Instagram resminya, Minggu 29 Desember 2019, Jokowi kerap memamerkan aktivitasnya memberikan makan pada hewan peliharaan berkaki empat itu.

Dengan mengenakan kemeja putih dan bersarung, sesekali Jokowi membagikan rumput kering ke wadah tempat makan domba-dombanya. Ia pun tak lupa melambai ke pengunjung Istana Bogor yang juga menyapa dirinya dari seberang sungai.

“Ini domba Garut peliharaan saya di Komplek Istana Bogor,” tulisnya dalam keterangan di video itu pada 29 Desember 2019.

Menurut Jokowi, dulu ia hanya lima ekor domba saja, 2 jantan 3 betina. Namun dalam tiga tahun, jumlahnya pun berkembang hampir 9 kali lipat menjadi 44 ekor domba. “20 jantan 24 betina,” katanya.

Bahkan diakuinya domba-domba itu terawat dengan baik. “Makannya 3 kali, pagi, siang, malam,” katanya.

Asal tahu saja, kegiatan memelihara hewan seperti Presiden Jokowi ini ternyata memberikan banyak dampak positif. Dilansir dari WebMD dan HealthLine, memiliki hewan peliharaan dipercaya dapat membantu Anda dalam mengelola tekanan darah.

Bahkan ada sebuah studi yang dilangsungkan selama 20 tahun menunjukkan bahwa orang yang tidak pernah memelihara kucing memiliki kemungkinan 40 persen lebih tinggi untuk meninggal karena serangan jantung daripada mereka yang memilikinya. Studi lain juga menemukan bahwa pemilik anjing memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik dalam satu tahun setelah serangan jantung.

Meski belum ada studi yang menjelaskan secara rinci, namun seseorang yang memelihara kucing memiliki kecenderungan untuk lebih rendah terserang stroke. Hal ini mungkin disebabkan oleh kucing yang sering kali menjadi fokus pemiliknya. Sehingga mereka dapat mengalihkan kekhawatiran dan stres lainnya dari sang pemilik.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini