Kuy Simak! Begini Tips Ampuh Hadapi Gebetan yang Doyan ‘Ghosting’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat maya sedang dihebohkan soal isu Kaesang Pangarep yang dituduh ghosting ke sang mantan kekasih, Felicia Tissue. Nah, karena hal ini, jadi banyak netizen yang bertanya-tanya soal arti dari ghosting. Sebenarnya, istilah ghosting itu apa sih?

Ghosting bisa disebut sebagai tindakan yang tiba-tiba menghentikan semua komunikasi saat seseorang tidak ingin lagi berkencan tapi tak kuasa mengakhiri hubungan.

Nah, biasanya hal ini terjadi pada orang-orang yang masih dalam tahap PDKT atau kencan. Pelaku ghosting bisa saja tiba-tiba pergi tanpa meninggalkan pesan sedikit pun.

Meski terdengar menyeramkan, kamu gak perlu takut. Biar gak jadi korban, yuk simak cara ampuh menghadapi gebetan yang doyan ghosting!

  1. Kepoin Doi dari Orang Terdekat

Ketika lagi PDKT, gak ada salahnya untuk ngepoin si dia dari orang terdekatnya. Misalnya, saudara atau sahabat.

Bahkan, ada baiknya kamu bertanya dengan mantan pacar atau gebetan dari seseorang yang sedang dekat dengan kamu. Jika dia sering menghilang, tanyakan pada mantannya apakah ia pergi untuk sesuatu yang penting atau karena memang dia bosenan aja.

2. Berpikir dengan Bijak

Meski istilah ghsoting sedang ramai, jangan langsung termakan tren ya. Bisa saja, gebetan kamu sering menghilang karena sesuatu yang urgent.

Untuk itu, berpikirlah dengan bijak dan dewasa ya. Cobalah tanyakan pada si dia apa alasannya ia sering menghilang dari kamu.

3. Tegur si Dia

Hal selanjutnya yang bisa kamu lakukan ialah menegur si dia jika sudah kelewatan alias terlalu sering menghilang. Gak ada salahnya kok, apalagi jika hubungan kamu dan dia sudah lebih intens.

Dengan menegur dan menanyakan pada doi, kamu jadi tahu alasan dia suka menghilang. Nah, dengan begitu, kamu bisa berpikir apakah dirinya pantas untuk dipertahankan atau tidak.

4. Siapkan Mental untuk Kondisi Terburuk

Satu lagi yang harus kamu lakukan ialah menyiapkan mental dengan kondisi terburuk. Jika memang dia menghilang karena bosan denganmu, lebih baik lepaskan saja.

Sebab, ketika kamu sudah tahu alasannya dia doyan ghosting, kamu jadi punya kesempatan berpikir apakah dia pantas kamu pertahankan atau tidak. Ingat, masih banyak lelaki atau wanita di luar sana yang jauh lebih baik dari si dia yang hobinya nge-ghosting.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini