Kuy Main! 5 Game Offline Ini Terpopuler di Android Agustus 2019

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Sebagian besar game yang ada di platform Android merupakan game online. Untuk memainkannya, pengguna diharuskan memiliki paket data atau koneksi.

Nah, untuk gamer yang ingin main game tetapi kuotanya terbatas atau bahkan tidak ada paket data, tersedia juga beberapa game yang dapat dimainkan secara offline. Meskipun demikian, sebagian besar game tersebut tidak memiliki grafis dan gameplay yang menarik.

Oleh karena itu, berikut lima game offline terpopuler di Android yang paling banyak diunduh dan menyajikan grafis yang menarik untuk para gamer:

  1. Subway Surfers

Dalam game ini, pemain harus membantu Jake, Tricky, dan Fresh melarikan diri dari inspektur pemarah dan anjing peliharaannya. Pemain harus berlari secepat mungkin, mengumpulkan koin, dan menghindari rintangan yang ada. Selain itu, pemain juga dapat melakukan beberapa gerakan seperti berseluncur hingga melompat.

Game ini dikembangkan oleh Kiloo dan telah diunduh sebanyak lebih dari 1 miliar kali dengan kapasitas sebesar 89 MB.

  1. Criminal Case

Pemain bertindak sebagai detektif yang harus mencari benda tersembunyi untuk memecahkan kasus-kasus pembunuhan. Detektif ini menyelidiki TKP untuk mencari petunjuk, menginterogasi tersangka, hingga menganalisis barang bukti.

Permainan ini juga menyajikan kasus-kasus yang berbeda setiap levelnya. Setelah menyelesaikan satu kasus, maka akan ada kasus-kasus lainnya yang siap untuk dimainkan.

Game garapan Pretty Simple ini telah diunduh sebanyak lebih dari 100 juta kali dan memiliki ukuran sebesar 69 MB.

  1. Zombie Tsunami

Dalam game ini, pemain akan berperan sebagai zombie yang harus menyerang kota dan mengubah orang menjadi zombie lalu menciptakan koloni zombie yang besar. Ada lebih dari 300 misi untuk diminkan dan 11 set latar untuk dijelahahi.

Game besuta Mobigame S.A.R.L. . ini telah diunduh sebanyak lebih dari 100 juta kali dengan kapasitas 67 MB.

  1. Farm Heroes Saga

Dalam game bertema pertanian merupakan game teka-teki yang harus dipecahkan oleh pemain. Untuk memenangkan permainan ini pemain dapat memecahkan teka-teki dan mengumpulkan Cropsies.

Pemain harus melakukan match sebanyak 3 atau lebih untuk mengumpulkan Cropsies. Tingkat kesulitan akan semakin bertambah seiring dengan naiknya level.

Game yang dikembangkan oleh King ini telah diunduh sebanyak 100 juta kali dan memiliki ukuran sebesar 94 MB.

  1. Where’s My Water? 2

Dalam game sekuel puzzle ini menampilkan karakter buaya bernama Swampy, Allie, dan Cranky yang membutuhkan air untuk mandi. Oleh karena itu pemain harus mengarahkan air ke buaya tersebut dalam medan permainan yang berbeda-beda.

Game ini tersedia sebanyak lebih dari 100 level permainan. Tak hanya mengalirkan air, namun pemain harus mengumpulkan bebek sebanyak mungkin. Game ini sangat cocok dimainkan untuk mengasah kemampuan berpikir dan menyusun strategi.

Game teka-teki yang dikembangkan oleh Disney ini telah diunduh sebanyak 100 juta kali dan memiliki ukuran sebesar 98 MB.

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini