Konten Dewasa di Drama Ji Chang Wook-Kim Yoo Jung ‘Backstreet Rookies’ Kena Sanksi Hukum

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Sejak penayangan awal, drama Ji Chang Wook dan Kim Yoo Jung yang berjudul “Backstreet Rookie” memang telah menuai kritik pedas dari penontonnya. Kini, drama tersebut diketahui telah menerima hukuman dari Komisi Standar Komunikasi Korea (KCSC).

KCSC memutuskan untuk mengajukan sanksi hukum sebagai “peringatan” terhadap “Backstreet Rookie”. Namun, “peringatan” adalah hukuman berat yang mempengaruhi penyaringan otorisasi ulang penyiar.

Hal ini karena menghadirkan sejumlah materi sugestif seksual. Adapun adegan yang menjadi menuai protes itu ialah adegan siswi di bawah umur yang merokok dan mencium bibir pria dewasa, pelacuran di motel, dialog provokatif langsung dari webtoon hingga suara mengerang.

Setelah mengetahui hukuman untuk “Backstreet Rookie” tersebut, netizen Korea Selatan alias K-Netz langsung memberikan beragam nyinyiran hingga hujaran. Banyak dari mereka yang mengkritik PD dan tim produksi karena menghadirkan berbagai konten dewasa pada drama keluarga.

View this post on Instagram

Backstreet Rookie 편의점 샛별이 . STILL CUT EP 13 . Network: SBS Episodes: 16 Runtime: Friday & Saturday 22:00 . Plot Synopsis: Choi Dae-Hyun (Ji Chang-Wook) runs into a group of female high school students, including Jung Saet-Byeol (Kim You-Jung). The girls look like troublemakers. Jung Saet-Byeol asks Choi Dae-Hyun to do an errand for them, which is to buy cigarettes from a convenience store. Choi Dae-Hyun buys the cigarettes for them and Jung Saet-Byeol gets his cellphone number, but he never gets a call from her. 4 years later, Choi Dae-Hyun is now 33 years old. He runs a small convenience store after he quit his job at a large company. He is looking for a part-time worker to work the night shift at his convenience store. Jung Saet-Byeol comes to his store and she soon starts to work there. She is not a troublemaker anymore. Jung Saet-Byeol is now a university student and guided by her strong morals. #BackstreetRookie #KimYooJung #JiChangWook #편의점샛별이 #newkoreandrama #koreandrama #drakorbaru #drakorterbaru #conveniencestoresaetbyul

A post shared by Backstreet Rookie (@backstreetrookie.kdrama) on

Berikut beberapa komentar dari K-Netz terkait hukuman yang diberikan untuk drama “Backstreet Rookie”:

“Hanya karena itu seperti yang ada dalam kehidupan nyata, bukan berarti kita harus begitu terang-terangan untuk menunjukkannya dalam drama. Aku tidak ingin drama seperti itu ditayangkan di negara kita ketika kita memiliki hukum perlindungan anak yang lemah seperti itu. Bagaimana kalian bisa menjual webtoon bertema dewasa sebagai drama keluarga? Kenapa tidak membuat drama dari pelaku seksual demokrat atau skandal Nth Room sekalian?”

“Tolong kritik PD yang menghasilkan drama kotor seperti itu.”

“Drama kelas rendah.”

“Aku tahu drama ini akan mendapat masalah. Aku mulai menontonnya dengan anak-anakku karena itu terlihat menyenangkan, tapi aku benar-benar terkejut. Aku tidak tahu itu berasal dari webtoon dewasa dengan plot aneh seperti itu…”

“Bahkan saluran siaran kita sendiri telah menjadi sesat, betapa busuknya.”

“Ada begitu banyak webtoon hebat di luar sana, aku tidak mengerti kenapa yang ini dipilih untuk direproduksi sebagai drama. Sigh, aku tidak ingin melihat wajah PD yang memproduksi ini.”

“Apa masalahnya? Kita bahkan hidup dalam generasi di mana walikota keadilan Seoul Park Won Soon melakukan pelecehan seksual kekeke.”

“Bahkan drama makjang memiliki batasan, ini telah melewati batas ke wilayah kelas rendah. Aku tidak percaya sutradara berpikir untuk memasarkan ini sebagai sebuah drama keluarga ketika itu berasal dari webtoon bertema dewasa, tsk tsk.”

Diketahui, diangkat dari webtoon dengan judul ‘Convenience Store Saet Byul’, drama ini akan mengisahkan pemilik toko bernama Choi Dae-hyun (Ji Chang-wook) dan pegawai paruh waktu Jung Saet Byul (Kim Yoo-jung).

Keduanya akan mengalami cinta tak terduga dari pemilik toko serba ada (toserba) dengan pekerja paruh waktunya. Choi Dae-hyun merupakan karakter yang pura-pura menyendiri tapi tak bisa tahan jika terkait Jung Saet-byul.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini