Kocak! Pria Ini Pamer Menu ‘Nassar Meal’, Isinya Bikin Ngakak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ada-ada saja yang dilakukan warag +62. Di tengah ibar-bingar menu BTS Meal yang dikeluarkan restoran cepat saji, McDonald’s, netizen rupanya membuat menu serupa. Bukan versi BTS, melainkan memamerkan penyanyi dangdut tanah air, Nassar.

Momen kocak itu diunggah akun TikTok, @hiperbolame. Seleb TikTok itu berkreasi dan membuat menu sendiri yang persis dengan BTS Meal milik McD. Menu tersebut diberi nama, The Nassar Meal.

@hiperbolame

“Heol saya membuatnya selama satu malam? ㅋㅋㅋㅋㅋ”

♬ nassar sunbaenim – f

“Heol, saya membuatnya dalam satu malam,” tulis pemilik akun tersebut.

Di lihat dari menu yang ia buat, nampak bungkusnya mirip seperti milik BTS Meal yakni berwarna ungu. Bedanya, nampak foto Nassar berada di bungkus tersebut.

Tak hanya di bungkus makanan dan minuman, paper bag-nya pun dibuat dengan foto Nassar terpampang di depannya. Dalam menu tersebut, juga terdapat foto card Nassar lho!

Kekocakan pun tak berhenti sampai di situ. Saat membuka menu makanan Nassar Meal itu, netizen sukses dibuat ngakak. Bukannya nugget, menunya ialah kue nastar yang persis dengan nama Nassar.

Alhasil, totalitas pemilik akun TikTok itu pun mengundang perhatian warganet. Mereka ikut terhibur dengan The Nassar Meal yang dibuatnya.

“Bengek,” kata akun tempebacem.enak.

“Limited edisyeen,” kata akun 26tae2.

“Mengalahkan BTS Meal,” kata akun yon.ai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini