Klarifikasi Sisca Soewitomo Soal ‘Gantung Panci’, Netizen Ngerasa Diprank!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTASisca Soewitomo atau yang dikenal luas Bu Sisca sempat membuat heboh publik karena dikira pensiun dari dunia masak. Hal ini berawal dari unggahan di akun Instagramnya.

Bu Sisca mengunggah foto dirinya mengenakan baju chef sembari memegang panci dan menggantungnya. Foto itu diberi narasi, “Sahabat-sahabatku tercinta, setelah puluhan tahun saya di dunia kuliner dan ribuan resep yang sudah saya ciptakan, ini mungkin saat yang tepat untuk gantung panci…”

Sontak, ‘gantung panci’ yang dituliskan Bu Sisca itu dimaknai pensiun oleh publik dan media. Namun, ia pun tak ingin kesalahpahaman terus berlanjut hingga akhirnya memberi klarifikasi.

Melalui sebuah unggahan video di akun Instagramnya, Bu Sisca menjelaskan baha ‘gantung panci’ yang dimaksud bukan berarti pensiun selamanya dari dunia kuliner

“Memang benar saya gantung panci. Selain itu juga saya gantung penggorengan, sutil…. Nungguin ya?” kata Sisca Soewitomo dalam video di akun Instagram pribadinya, Kamis 6 Agustus 2020.

“Jangan khawatir, saya tetap aktif di dunia perkulineran. Saya gantung cuma sementara,” sambung koki berusia 71 tahun ini.

BACA JUGA: Sisca Soewitomo Pensiun dari Dunia Masak, Anak-anak 90-an Berduka

Setelah itu, ia menyampaikan bahwa aksi gantung panci ini merupakan bagian dari promosi diskon yang diberikan oleh salah satu penyedia jasa order makanan terkemuka di Indonesia. Usai menyaksikan klarifikasi ini, para warganet merasa kena prank.

“Bagaimana prank dari Ibu Sisca, meriah bukan…” ujar salah stau warganet.

“Tante bisa aja lawak2 ngeprank netijen…” tambah yang lainnya.

“s3marketingnya hebat si ibu ???????.netijen kena praaank,” komentar netizen lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini