Keren! Pria Asal Bandung Ini Bikin Kolaborasi Lagu ‘Lathi’ Pakai Angklung dan EDM

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lagu “Lathi” mendadak menjadi viral di Tiktok. Lagu “Lathi” merupakan singel pertama dari grup musik EDM Weird Genius bersama Sara Fajira.

Lagu Lathi yang dalam bahasa Jawa berarti Lidah ini menggambarkan kisah cinta yang penuh dengan kebohongan serta ego, yang akhirnya membuat cinta menjadi suatu hal yang menyakitkan.

Menariknya, lagu ini adalah penggabungan unsur tradisional dan modern. Selain menggunakan lirik dalam bahasa Inggris dan bahasa Jawa, instrumen Jawa juga dimunculkan dalam lagu ini.

BACA JUGA: Widih! Lagu Kekeyi Viral Sampai Korea, Dijogetin Lee In Soo

Saking viralnya, baru-baru ini lagu ‘Lathi’ semakin keren saat dibawakan versi angklung oleh Manshur Praditya. Pria asal Bandung ini yang dikenal dengan nama Manshur Angklung ini memang hobi mengkolaborasikan musik tradisional dengan EDM (Elektronik Dance Music).

Dilihat dalam video yang diunggah di Instagram pada 24 Mei 2020 lalu, Manshur tampak begitu piawai memainkan angklungnya bersama sang rekan. Lagu Lathi terdengar menjadi lebih modern dan unsur mistis dari lagu tersebut pun hilang.

“Dengan adanya lagu ini ternyata bisa membuktikan bahwa musik & budaya tradisional khas Indonesia itu bisa sebanding dengan musik pada umumnya ??,” kata Manshur.

View this post on Instagram

Earphone recommended . Selamat lebaran manteman! Mohon maaf lahir & batin yes ?? . Hiburan buat temen2 saat kumpul keluarga #dirumahaja nih cover lagu yg viral & trending di hampir semua platform digital! The one and only LATHI from @weird.genius ( Angklung toel cover @manshur.angklung X @trizhaharun )???? . Dengan adanya lagu ini ternyata bisa membuktikan bahwa musik & budaya tradisional khas Indonesia itu bisa sebanding dengan musik pada umumnya ?? thankyou for being inspired @ekagustiwana @sarafajira @_geraldgerald_ @ybrap ?? . Bring Angklung to the next level ❤️ . Tshirt by @evening_ltd . @indomusikgram @indoangklung_gram #indomusikgram #indoangklunggram #imgetnik #manshurangklung #bringangklungtothenextlevel #lathi #lathichallenge #lathiweirdgenius #collabjauh #dagelan #music #viral #weirdgenius #weirdgeniuslathi

A post shared by Manshur Praditya (@manshur.angklung) on

Sontak unggahan Manshur ini pun mendapat reaksi positif dari netizen. Kebanyakan dari mereka memuji hasil perpaduan angklung dan EDM yang dibuat Manshur.

“??kereenn bangeettt..salam kenal dari Sidoarjo ya. Angklungnya bikin greget..lathi yang punya spirit lain. Nuansa mistisnya jdi hilang. Keren.. Asiik jadinya. ??,” tulis @milaha**ti82.

“Inimah bukan weird genius, tapi PURE GENIUS ??,” kata @gawa**ika.

“petcahhhhhh❤️❤️❤️??,” kata @bhel**cristy.

“Cadasss pisan.. Alat musik tradisional moal eleh jng alat musik digital ayeuna mah..lestarikan alat musik tradisional jng terus berkarya mang @manshur.angklung ?? ? kanggo musisi alat tradisional nu sanes..tetep trus berkarya ???,” komentar @iwan**0456.

BACA JUGA: Lirik Lagu Daechwita – August D, Mixtape Kedua SUGA BTS

Dilansir dari berbagai sumber, Manshur diketahui undangan untuk tampil di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, China, Taiwan, Jepang hingga India. Bahkan, ia pernah diundang ke Jawaharlal Nehru University (JNU) India untuk tampil dan memberikan pelatihan dan workshop kepada mahasiswa.

Manshur juga mewakili Indonesia untuk tampil di Yilan International Arts Festival Taiwan pada tahun 2016 serta dan World Harvest Festival Sarawak Culture Village Malaysia. Dalam waktu dekat, Manshur pun akan menjalani tur di beberapa kota di Indonesia. Penampilan Mansyur di berbagai panggung, dalam dan luar negeri dapat dilihat di akun instagramnya @manshur.angklung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini