Karena Bunuh Karakter Populernya, Sutradara ‘Squid Game’ Minta Maaf pada Penggemar Sambil Bercanda

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Drama Korea original Netflix sudah meresmikan sekuel untuk ‘Squid Game’. Tapi sutradaranya belum lama ini meminta maaf pada penggemar serial itu sambil bercanda di sebuah konferensi pers.

Mengutip dari Allkpop, sebuah konferensi pers diadakan untuk memperingati enam pemenang penghargaan, termasuk ‘Sutradara Terbaik’ dan ‘Aktor Terbaik’ di Emmy Awards 2022.

Melalui pidatonya di konferensi pers itu, sutradara ‘Squid Game’ Hwang Dong Hyuk mengucapkan permintaan maaf pada penggemar karena telah membunuh karakter populernya. Ia mengaku tak tahu akan ada musim kedua untuk drama itu.

“Saya ingin menyelamatkan Ji Young (diperankan oleh Lee Yoo Mi), tapi Sae Byeok (diperankan oleh Jung Ho Yeon) yang dekat dengannya juga meninggal, jadi saya khawatir. Semua aktor yang dicintai oleh pemirsa meninggal. Maaf karena saya membunuh semua orang tanpa mengetahui ini (musim kedua) akan terjadi. Saya akan memikirkannya,” ucapnya.

“Awalnya, saya akan membuat film dan kemudian melakukan season 2 dari ‘Squid Game’. Tapi saya memutuskan untuk melakukan season 2 terlebih dahulu. Saya merasa jika ada terlalu banyak kesenjangan (antara season 1 dan season 2). Lee Jung Jae dan aktor lainnya akan menjadi terlalu tua,” katanya yang membuat seisi ruangan konferensi pers tertawa.

Hwang Dong Hyuk bahkan mengaku kehilangan enam giginya karena saking stresnya saat syuting season pertamanya.

Sementara itu, Hwang Dong Hyuk mengaku tengah menggarap naskah untuk season 2-nya. Ia mengungkapkan bahwa drama ini akan mulai syuting pada 2023 dan akan dirilis pada 2024.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Keamanan sebagai Jalan Menuju Kesejahteraan

Oleh: Yonas Wenda*Stabilitas keamanan di Papua bukan sekadar kebutuhan jangka pendek, melainkanfondasi strategis bagi terwujudnya masa depan yang damai, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, pendekatanyang dilakukan aparat keamanan menunjukkan arah yang semakin konstruktif, dengan menempatkan sisi kemanusiaan sebagai inti dari setiap langkah. Pendekatanini tidak hanya memperkuat rasa aman, tetapi juga membangun optimisme kolektifbahwa Papua sedang bergerak menuju fase baru yang lebih stabil dan penuhharapan.Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat kini semakin dirasakan sebagaibagian dari solusi, bukan sekadar instrumen penegakan hukum. Melalui patroli rutin, pengamanan aktivitas masyarakat, serta interaksi yang lebih humanis, negara menunjukkan komitmennya dalam melindungi seluruh warga tanpa terkecuali. Situasi yang aman dan kondusif memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitassosial, ekonomi, dan keagamaan dengan lebih tenang, yang pada akhirnyaberdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwapendekatan humanis menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Ia menyampaikan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga untuk memberikan rasa nyaman dan membangun kepercayaanmasyarakat. Pernyataan tersebut mencerminkan transformasi pendekatan keamananyang semakin adaptif terhadap kebutuhan sosial masyarakat Papua, di mana kepercayaan menjadi modal utama dalam menciptakan ketertiban yang berkelanjutan.Hal senada disampaikan oleh Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, AdarmaSinaga, yang menekankan pentingnya konsistensi kehadiran aparat di lapangan. Ia menyatakan bahwa setiap aktivitas masyarakat, termasuk ibadah, harus dapatberlangsung dengan aman sebagai bagian dari hak dasar warga negara. Konsistensiini menjadi bukti nyata bahwa negara tidak pernah abai terhadap kondisi masyarakatPapua, melainkan terus hadir untuk memastikan rasa aman terjaga di setiap linikehidupan.Lebih dari itu, stabilitas keamanan yang terjaga juga memberikan dampak positifterhadap percepatan pembangunan di Papua. Dengan situasi yang kondusif, berbagai program pemerintah dapat berjalan lebih optimal, mulai dari pembangunaninfrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, hingga penguatan sektor ekonomiberbasis masyarakat. Dalam konteks ini, keamanan dan pembangunan memilikihubungan yang saling menguatkan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini