Johnny Depp Mulai Syuting Film Pertamanya Sejak Persidangannya dengan Amber Heard

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Aktor Johnny Depp baru saja menyelesaikan persidangannya atas tuduhan pencemaran nama baik dan kekerasan dalam rumah tangga dengan mantan istrinya, Amber Heard. Kini, sang aktor terlihat sudah mulai mempersiapkan film pertamanya sejak persidangan tersebut.

Melansir dari Inside the Magic, ada desas-desus mulai muncul di internet yang mengatakan Depp kembali bermain sebagai Jack Sparrow di film waralaba Disney ‘Pirates of the Caribbean’. Meski Depp mengaku tidak akan kembali dalam film tersbeut, ia diketahui tengah mulai mengerjakan film barunya.

Masih belum diketahui pasti proyek film apa yang akan dikerjakannya dengan tim produksi dan aktor lainnya. Namun ia terlihat tengah berada di bandara Paris.

Tak sendiri, Edward Scissorhands baru-baru ini terlihat di bandara Paris juga. Beberapa netizen membagikan beberapa foto Johnny Depp di Paris beberapa hari yang lalu melalui Twitter.

Sementara itu, nama Depp terkenal di komunitas Disney berkat peran ikoniknya sebagai Jack Sparrow dalam waralaba ‘Pirates of the Caribbean’.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini