Jelang Hari Valentine, Berikut Film Romantis yang Wajib Ditonton Para Bucin!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Bulan Februari sudah pasti ditunggu para pasangan di seluruh dunia, karena ada peringatan hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari 2020.

Nah, banyak cara yang bisa dilakukan untuk merayakannya. Salah satunya dengan menonton film-film romantis di bioskop. Berikut ini beberapa film romantis yang bisa jadi rekomendasi pada Februari 2020.

  1. Milea: Suara dari Dilan

Untuk Anda yang sudah menahan rindu yang berat terhadap Dilan, sepertinya rindu tersebut akan terbalas di Februari ini. Film ‘Milea: Suara dari dilan’ akan tayang pada 13 Februari 2020.

Film ini akan menjadi film terakhir dari trilogi Dilan. ‘Milea: Suara dari Dilan’ ini menceritakan tentang sudut pandang Dilan saat dirinya menjalin kasih dengan Milea sampai aa berpisah dengan Milea. Para penggemar Dilan pasti sudah tidak sabar kan untuk melihat sisi lain dari Dilan?

  1. Nikah Yuk!

Apakah Anda pernah didesak untuk menikah secepat mungkin? Jika iya, maka anda senasib dengan Marcell Darwin di film ‘Nikah Yuk!’ Ini. Pada film ‘Nikah Yuk!’ Marcell Darwin berperan sebagai Arya, seorang fotografer muda yang sangat bersemangat dalam menjalani karirnya.

Namun, ditengah Ia mengejar karir orangtuanya memaksa Arya untuk menikah muda bahkan melakukan perjodohan. Film yang juga diperankan oleh Yuki Kato ini akan tayanh pada 6 Februari 2020.

  1. Mekah I’m Coming

Film romantis memang manis, tapi jika film romantis ditambah dengan bumbu komedi bukankah akan lebih seru untuk ditonton? Film karya Hanung Bramantyo ini sepertinya memang tidak boleh kita lewatkan, pasalnya walau belum tayang film ini masuk kedalam nominasi JOGKA-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2019.

Film ‘Mekah I’m Coming’ bercerita tentang kisah cinta Eddy dan Eni yang terancam karena Eni dijodohkan oleh orang tuanya. Eddy pun bertekat untuk naik haji agar Ia bisa meluluhkan hati orangtua Eni untuk menggagalkan perjodohan Eni. Film ini akan tayang pada 27 Februari.

  1. Toko Barang Mantan

Satu lagi film romantis komedi yang akan tayang pada Februari 2020. ‘Toko Barang Mantan’. Film ini menceritakan tentang Tristan (Reza Rahadian) yang meninggalkan kuliahnya demi membuka toko yaitu Toko Barang Mantan.

Toko tersebut menerima jual beli barang-barang yang memiliki cerita tersendiri, yaitu cerita bersama mantan. Diluar dugaan, mantam Tristan saat SMA yaitu Laras (Marsha Timoty) datang ke toko tersebut untuk menjual cincin tunangannya. Film ini akan mulai tayang pada 20 Februari. (Anis Fairuz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini