Jangan Tergiur Harga Murah, Ini Cara Cek Helm KW Dengan Cara Mudah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Harga yang murah kerap menggiurkan bagi beberapa orang atau konsumen yang hendak membeli pelindungan kepala yakni helm. Kualitas yang ditawarkan cenderung rendah, padahal perlengkapan itu sangat vital untuk melindungi kepala dari benturan keras atau gesekan saat kecelakaan.

Maka, para konsumen hendaknya tidak sembarangan memilih. Jangan tergiur harga murah karena membelinya hanya untuk menghindari penilangan polisi.

Pertama, bisa dengan memeriksa keberadaan logo Standar Nasional Indonesia (SNI). Mengingat hal tersebut merupakan penentu standar kualitas. Umumnya logo tersebut menempel di lapisan luar cangkang helm berupa emboss atau huruf timbul.

Logo SNI penting sebagai bukti bahwa produk tersebut sudah melalui proses produksi dan pengujian yang sesuai aturan dalam negeri.

Kedua, cara mengetahui helm palsu dengan memeriksa bagian stiker. Menurut GM Mega Karya Mandiri, Endin Nasrudin, logo Cargloss pada helm asli menggunakan stiker yang dilapisi lapisan clear coat saat proses produksi.

Pada helm palsu, logo Cargloss hanya menggunakan stiker yang bisa dicopot saat dipegang.

Ketiga, Endin juga menegaskan bahwa cara alternatif mengetahui helm palsu berasal dari ketebalan bahan styrofoam. Pada bagian tersebut, jika helm terasa empuk sekali berarti tidak sesuai dengan standar SNI.

“Jangan tergiur sama harga, dalam harga yang murah ada kualitas yang murahan. Kepala kita rasanya tidak pantas dengan segitu murahnya. Kalau lembek banget mendingan jangan dipakai,” kata Endin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini