Jadi Artis, Ini Deretan Transgender yang Sukses di Dunia Hiburan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAFenomena artis transgender sudah menjadi hal yang umum dalam beberapa tahunbelakangan iniMengubah identitas seksual alias menjadi transgender pastibukan pilihan yang mudah untuk dijalani.

Ada pro dan kontradari orang terdekat juga netizen. Hal itu lah yang dirasakan oleh para publik figur Tanah Air.

Artis yang melakukan operasi transgender dari laki-laki menjadiperempuan dengan latar belakang profesi yang berbeda-beda.Mari disimak :

1. Solena Chaniago

Artis transgender pertama yang masuk dalam daftar adalahSolena Chaniago. Perempuan kelahiran 9 April 1978 di kotaPadang, Sumatera Barat ini memiliki profesi sebagai aktris. Bahkan dirinya sudah sukses menembus dunia perfilmanHollywood di Amerika Serikat.

2. Dorce Gamalama

Kedua ada Dorce Gamalama yang dulu sempat hits denganacara talkshowDorce Show’ di salah satu televisi swasta Tanah Air.

Wanita yang lahir pada 21 Juli 1963 ini dikenal juga sebagaipenyanyi dangdut.

3. Melly Bradley


Selanjutnya
ada Melly Bradley. Perempuan yang satu ini lahirpada 9 Juli 1991. Namanya mencuat ke permukaan publiksetelah menguak identitas asli dari Lucinta Luna.

4. Lucinta Luna


Artis transgender
keempat ini bisa dibilang menjadi yang paling dikenal oleh publik Tanah Air. Sebab sering tampil di televisidan media sosial. Nama asli dari Lucinta Luna adalahMuhammad Fatah yang lahir pada 16 Juni 1989.

5. Dinda Syarif


Kelima
ada Dinda Syarif yang lahir pada tanggal 2 Juli 1996. Ia merupakan artis Indonesia yang sempat menjadi finalis Miss International Queen tahun 2018 di Thailand.

6. Stasya Bwarlele


Datang
dari Youtuber Tanah Air ada Stasya Bwarlele. Ia mengaku bahwa dirinya melakukan operasi transgender di channel Youtube pribadinya dan mengundang banyak reaksinetizen.

7. Millen Cyrus
Artis terakhir yang melakukan operasi transgender adalah Milen Cyrus. Ia lahir pada 28 Agustus 1999 dan berprofesi sebagai selebgram dengan followers mencapai 1 juta lebih di Instagram.
Reporter : Nabila Kuntum Khaira Umma

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini