Istri Opick Dihujat hingga Disebut Pelakor karena Kaitkan Bacaan Iqra dengan Virus Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bebi Silvana mendapat hujatan dari netizen setelah dirinya membuat geger Instagram karena mengaitkan bacaan di dalam buku Iqra dengan virus corona. Bahkan ada yang menyebut istri dari penyanyi Opick ‘Tombo Ati’ ini pelakor.

Hal itu disampaikan oleh Bebi Silvana melalui unggahan Instagramnya. Ia bahkan tak menyangka bahwa unggahan yang ia sebarkan dengan tanpa ilmu itu menjadi viral.

“Assalammualaikum Wrwb Sahabat semua-nya.. Kemarin, saat memposting Gambar di atas dan Tak menyangka akan menjadi Viral dengan Keributan dan mengundang Cacian seperti Goblok, Tolol, Bodoh, Bahkan adapula Yg MenyebutKu Pelakor (tapi untuk Urusan Pelakor Sy ga mau menjelaskan karena tidak ada Korelasinya biarkan Hanya ALLAH saja yg tau Kebenaran yg Sesungguhnya),” tulis Bebi dikutip pada Selasa, 4 Februari 2020.

“Tapi tak apa, Sebutan semua itu Jauh Lebih Baik untuk Sy daripd Sy Jatuh dalam kesalahan dan Jauh dari Ridho ALLAH,” kata dia lagi.

Meski mendapat cacian dan makian dari para netizen, Bebi pun mengucapkan terima kasih karena telah diingatkan kalau perbuatannya itu salah.

“Jadi Saya Berterima Kasih untuk Semua Sahabat yg telah mengingatkan dengan Caranya masing-masing (Semoga ALLAH memaafkan Kita semua). BENAR-BENAR ini adalah Kesalahan dan Saya sangat mengakui hal ini. Di Malam ini Sy akan Jelaskan tentang Postingan Iqrol,” kata pengusaha itu.

Ia juga menjelaskan awal mendapat potongan gambar terkait virus corona ada di Iqra.

“Awalnya Sy dapat dari Seorang teman yang Sy Anggap Sangat Faham Ilmu (tp ternyata Diapun Salah). Dia forward dari group yg Dia dapat dan sudah Beredar juga posting dimana-mana. Sy pikir ini Bukan Kesalahan bila Sy posting dengan mendeskripsikan Seolah-olah sama dengan Kejadian saat ini.”

“Sy hanya Memandang Takjud dengan arti Kejadian yg di alami Rakyat Wuhan saat ini. Ternyata Para Ilmu mengartikan Hal ini tidak Jauh hanya Cocoklogi saja. Dan ada pula yang Mengartikannya dengan Beragam sehingga bertambah Ilmu yg saya dapat.”

Bebi lalu meminta maaf karena membuat geger media sosial hingga menimbulkan ketakutan di kalangan netizen. Hal itu menjadikan pelajaran penting untuknya.

“Terlepas dari ini semua, Aku Bebi Silvana Memohon maaf atas segala Kesalah Fahaman yg menjadikan Riuh dan memancing Keributan Sahabat semua. Mohon maaf sebesar2nya dan semoga Menjadi Pelajaran Penting Bahwa Hati-hati dalam penyebaran Apapun tanpa Memakai Ilmu dan Kebenaran yg Sesungguhnya Terkhusus Nasehat ini Untuk Sy pribadi,” katanya.

Sebelumnya, Bebi Silvana mengunggah foto bacaan di dalam buku Iqro yang bila dibaca, empat kata itu berbunyi “Corona Kholaqo Zamana Kadzaba”. Bila dibaca dengan bahasa Indonesia jadi berbunyi “Virus Corona Tercipta pada zaman penuh dusta”.

Bebi Silvana pun dibuat terkejut dengan makna bacaan Iqro tersebut. Dia meyakini bahwa tak ada yang kebetulan atas peristiwa di dunia.

View this post on Instagram

_VIRUS KORONA_ Bismillahirrahmanirrahim, (Gara-gara Memandang dan Menyebarkan dengan tanpa Ilmu). Assalammualaikum Wrwb Sahabat semua-nya.. Kemarin,saat memposting Gambar di atas dan Tak menyangka akan menjadi Viral dengan Keributan dan mengundang Cacian seperti Goblok,Tolol,Bodoh,Bahkan adapula Yg MenyebutKu Pelakor (tapi untuk Urusan Pelakor Sy ga mau menjelaskan karena tidak ada Korelasinya biarkan Hanya ALLAH saja yg tau Kebenaran yg Sesungguhnya) Tapi tak apa,Sebutan semua itu Jauh Lebih Baik untuk Sy daripd Sy Jatuh dalam kesalahan dan Jauh dari Ridho ALLAH. . Jadi Saya Berterima Kasih untuk Semua Sahabat yg telah mengingatkan dengan Caranya masing-masing ?? (Semoga ALLAH memaafkan Kita semua) BENAR-BENAR ini adalah Kesalahan dan Saya sangat mengakui hal ini. Di Malam ini Sy akan Jelaskan tentang Postingan Iqro. Awalnya Sy dapat dari Seorang teman yang Sy Anggap Sangat Faham Ilmu (tp ternyata Diapun Salah) Dia forward dari group yg Dia dapat dan sudah Beredar juga posting dimana-mana. Sy pikir ini Bukan Kesalahan bila Sy posting dengan mendeskripsikan Seolah-olah sama dengan Kejadian saat ini,Sy hanya Memandang Takjud dengan arti Kejadian yg di alami Rakyat Wuhan saat ini. Tentu Sy pandang itu tanpa Ilmu sehingga Sy posting di Instagram dengan deskription : "Speechless tak Ada Kata Kecuali SUBHANALLAH !!! Segalanya tiada ada yg kebetulan.Yakinlah bahwa disetiap kejadian di alam semesta ini (baik itu Ucapan,Perbuatan,Tulisan) ada dalam kekuasaan dan pengetahuan ALLAH, Karena tidak akan terjadi Kecuali Jika ALLAH tidak mengijinkan)," . Ternyata Para Ilmu mengartikan Hal ini tidak Jauh hanya Cocoklogi saja. Dan ada pula yang Mengartikannya dengan Beragam sehingga bertambah Ilmu yg saya dapat. Terlepas dari ini semua,Aku Bebi Silvana ?? Memohon maaf atas segala Kesalah Fahaman yg menjadikan Riuh dan memancing Keributan Sahabat semua ??Mohon maaf sebesar2nya dan semoga Menjadi Pelajaran Penting Bahwa Hati-hati dalam penyebaran Apapun tanpa Memakai Ilmu dan Kebenaran yg Sesungguhnya Terkhusus Nasehat ini Untuk Sy pribadi. . __________________________________________________ (Terlalu Panjang Sy Teruskan Tulisan di Komentar)

A post shared by BEBI SILVANA (@bebi.silvana) on

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini