Innalillahi, Ibunda Mayangsari Meninggal Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar duka datang dari artis Mayangsari. Sang bunda, Larasatun, meninggal dunia pada Selasa 27 September 2022.

Kabar duka itu diungkapkan Mayangsari melalui akun Instagram pribadinya. Mayangsari mengunggah beberapa foto sang bunda disemayamkan dan setelah dimakamkan.

“Pada akhirnya semua akan berpulang, dan hanya waktu yang bisa menentukan hidup matinya seseorang karena itu adalah kuasa-Nya,” tulis Mayangsari.

“Mewakili seluruh keluarga besar kami, Terima Kasih tak terhingga atas Empati dan Doa terbaik untuk Almarhumah Ibu kami tercinta 09-01-1946 – 27-09-2022,” katanya.

Larasatun meninggal dunia karena penyakit stroke yang dideritanya dalam beberapa tahun terakhir. Dia sempat mendapat serangan kedua pada 2019 lalu dan kondisinya menurun.

Unggahan mayangsari mendapat beragam komentar duka cita termasuk dari selebritas.

“Turut belasungkawa Mayang & Family. Al fatehah,” tulis Yuni Shara.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya ya sayang. Al fatihah untuk ibunda tercinta,” tulis Reza Artamevia.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun, turut berduka cita yaa mba,” tulis Ashanty.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Indonesia-Singapura dan Jalan Baru Kemitraan Investasi Strategis

Oleh: Ferry Permahadi)*Hubungan Indonesia dan Singapura selama beberapa dekade telah berkembangmenjadi salah satu kemitraan bilateral paling penting di kawasan Asia Tenggara. Selain karena kedekatan geografis, intensitas kerja sama yang terus meningkat juga menjadikan kedua negara memiliki kepentingan strategis untuk memperkuatkolaborasi jangka panjang.Di tengah dinamika ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian, penguatankemitraan bertujuan untuk membangun ekosistem investasi, perdagangan, dan pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap kesepakatan strategis yang dihasilkan memiliki arti penting bagiarah pertumbuhan ekonomi kawasan.Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Singapura memasuki fase baru yang lebih konkret melalui berbagai kesepakatan yang dihasilkan dalam Leaders' Retreat bersama Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Menurutnya, pertemuan tersebut menghasilkan puluhan kerja sama strategisyang mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, investasi, energi, pertahanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.Ia memandang bahwa hubungan kedua negara bukan hanya menjaga komunikasidiplomatik, tetapi diarahkan untuk menghasilkan implementasi nyata yang mampumemperkuat daya saing ekonomi nasional. Berbagai kesepakatan yang dicapaimenunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjawab tantangan global melaluikolaborasi yang saling menguntungkan.Presiden Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia memandang Singapura sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam pembangunan ekonominasional. Kepercayaan yang terus terbangun selama bertahun-tahun menjadi modal kuat untuk memperluas kerja sama pada sektor-sektor baru yang memiliki nilaitambah tinggi.Komitmen tersebut menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan investor internasional. Sebab, ketika hubungan antarnegara dibangun di atas kepercayaandan kepastian kerja sama, iklim investasi akan menjadi lebih kondusif sehinggamampu mendorong masuknya modal baru yang mendukung penciptaan lapangankerja.Bagi Indonesia, kerja sama investasi bukan sekadar menghadirkan aliran modal, tetapi juga membuka akses terhadap teknologi, peningkatan kapasitas sumber dayamanusia, serta pengembangan industri bernilai tambah. Sebaliknya, bagi Singapura, Indonesia menawarkan pasar yang besar dan peluang investasi jangka panjang.Pandangan serupa disampaikan Perdana Menteri...
- Advertisement -

Baca berita yang ini