Inilah yang Perlu Anda Ketahui mengenai Vaksinasi COVID-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Vaksinasi COVID-19 tentunya dapat menghindarkan Anda dari berbagai komplikasi yang terkait dengan virus yang masih merebak di seluruh dunia. Namun, jika menurut Anda vaksin cukup melindungi tubuh Anda terhadap jenis COVID-19 varian baru dan lebih mematikan, maka ada sesuatu yang harus Anda ketahui.

Dengan jenis COVID-19  varian baru yang beredar, masih ada risiko infeksi yang tinggi untuk tertular. Akan tetapi, seperti yang diamati oleh para ilmuwan, mungkin ada perbedaan ketika virus COVID-19 bereaksi dalam tubuh Anda.

Melansir Times of India, berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Bisakah Anda terinfeksi setelah vaksinasi?

Berdasarkan temuan terbaru, orang bahkan dapat terinfeksi virus setelah mendapat suntikan vaksinasi COVID-19, tetapi mungkin gejalanya tidak separah bila Anda belum mendapatkan vaksin. Hal ini terungkap selama pengujiam rutin penyedia layanan kesehatan di Departemen Kesehatan Minnesota (MDH), AS.

Institusi kesehatan menemukan 14 kasus infeksi COVID-19, di mana petugas kesehatan terjangkit virus corona baru setelah divaksinasi penuh. Anehnya, para pekerja medis tersebut menunjukkan gejala ringan atau tidak ada gejala sama sekali. Kontraksi itu terdeteksi karena menjalani pengujian rutin untuk bekerja.

Seberapa efektifkah vaksin itu?

Efektivitas dan kemanjuran vaksin adalah dua hal yang berbeda. Menurut para ahli, kemanjuran mengacu pada seberapa baik vaksinasi bekerja dalam keadaan terkontrol seperti uji klinis, sedangkan efektivitas mengacu pada seberapa baik vaksinasi itu bekerja di dunia nyata.

Tingkat efektivitas vaksin COVID-19 yang tinggi tidak selalu berarti baik di dunia nyata dan sebaliknya. Sebagian besar waktu keefektifan vaksin tidak sesuai dengan tingkat kemanjurannya karena variabel yang terjadi di dunia nyata.

Sesuai studi klinis dan pengujian, vaksin AstraZeneca memiliki 62 dan 72 persen, sementara Covaxin memiliki tingkat kemanjuran 81 persen. Dalam kasus vaksin Moderna dan Pfizer, tingkat kemanjuran masing-masing adalah 94 dan 95 persen. Ini berarti bahwa masih ada kemungkinan bahkan setelah mendapatkan dosis seseorang bisa mendapatkannya.

Siapa yang berisiko?

Risiko infeksi dan tertular COVID-19 lebih tinggi dapat terjadi pada mereka yang memiliki penyakit bawaan, memiliki imunitas tubuh yang lemah, dan berusia di atas 60 tahun.

Vaksin dapat mencegah penyakit parah, tetapi seperti yang ditetapkan, para ahli tidak dapat benar-benar menjamin apakah ada vaksin COVID-19 yang juga dapat mencegah penularan virus ke orang lain.

Yang perlu dicatat adalah, meski Anda sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19, protokol harus tetap dijaga, yakni menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini