Ini yang Harus Dipersiapkan Saat Liburan ala Backpacker

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Treveling kini sudah menjadi gaya hidup banyak orang. Treveling juga ikut menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi.

Liburan jaman sekarang ini sudah tidak sekedar untuk menghibur diri atau sekedar menghabiskan uang, tapi sudah menjadi kebutuhan penting untuk melepas stres dan penat dari pekerjaan setiap harinya. Tak hanya itu, kebanyak orang ingin melakukan traveling dengan caranya masing-masing. Salah satunya dengan cara backpacker.

Saat ini, liburan ala backpacker menjadi andalan para traveler. Selain budget yang murah, tentu juga bisa memilih tempat yang di tuju sesuai keinginan.

Backpacker pasti butuh referensi dan persiapan dalam perjalanannya. Hal tersebut menjadi acuan untuk memudahkan orang saat bepergian jauh.

Jadi, jangan takut untuk memulai backpacker. Selama masih ada niat dan persiapan semua akan berjalan dengan aman. Berikut tips ala backpacker dalam mengemas peralatan tempur yang di bawa:

1. Daypack

Perlengkapan pertama yakni memilih daypack. Kenapa harus daypack bukanya koper? Tentu saja daypack yang menjadi andalan backpacker saat bepergian. Selain sederhana, daypack juga elegan dibawa kemana-mana. Daypack memiliki ruang besar untuk menyimpan peralatan sehingga nyaman saat di gunakan.

2. Pakaian yang Ringan

Bawa lah baju dan celana yang ringan dan mudah dilipat. Hal ini bertujuan untuk memudahkan mengemas barang agar terlihat kecil dan tidak memakan ruang banyak. Dan juga hindari bawaan yang melebihi batas.

3. Sepatu/Sandal

Selain pakaian yang nyaman, tak boleh ketinggalan juga membawa sepatu untuk manambah keren penampilan. Di sini juga harus memperhatikan kapasitas muatan daypack Anda. Bawalah sepatu yang punya dua fungsi sekaligus.

4. Topi dan Kupluk

Pasti cuaca tidak bisa diprediksi saat sedang libura. Maka, topi dan kupluk sangat penting untuk dibawa. Ketika siang hari, topi sangat penting untuk melindungi kepala dari panas matahari. Sama halnya, kupluk gunanya menghangatkan kepala dari cuaca yang dingin.

5. Makanan

Perbekalan pun jangan sampai lupa terbawa. Sebab, sangat penting untuk jadi cemilan di perjalanan ketika perut keroncongan tiba-tiba. Bawa lah makanan kemasan yang mudah untuk dibawa dan dimakan dalam kondisi apapun, semisal roti sobek.

Reporter: Muhammad Rizky Hidayat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini