Ingin Pernikahan Bahagia? Jangan Mengungkit Luka Lama

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menjaga agar ikatan penikahan panjang dan sukses membutuhkan kerja keras! Dan ketika Anda melihat pasangan yang telah bertahan seumur hidup bersama, maka Anda akan bertanya apa rahasia di balik pernikahan yang bahagia dan sukses mereka.

Ini bukanlah teka-teki yang rumit, dan nyatanya, cukup sederhana dalam hal cinta, pengertian, kepercayaan, dan tentu saja, strategi! Melansir Times of India, berikut beberapa kunci agar pernikahan Anda dengan orang yang Anda cintai bahagia dan bertahan seumur hidup.

Fight fair

Mengungkit kesalahan di masa lalu hanya akan memperburuk situasi. Jadi, jika Anda dan pasangan sedang bertengkar, fokuslah menangani masalah saat ini yang Anda berdua hadapi, daripada menyesatkan percakapan ke arah yang tidak perlu. Bertarunglah dengan adil dan selesaikan dengan adil.

Sering-seringlah memuji

Kata-kata sederhana yang memberi semangat atau pujian memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada yang Anda pikirkan. Memberi tahu pasangan Anda bahwa mereka terlihat bagus dengan setelan atau gaun itu bisa benar-benar membahagiakan mereka. Dan ketika pasangan Anda kecewa dengan tempat kerja atau pekerjaannya, memuji kualitas dan pekerjaan mereka pasti akan memotivasi mereka lebih jauh.

Jaga ekspektasi yang realistis

Jangan berharap pasangan Anda melakukan sesuatu sesuai dengan cara Anda, terutama soal pekerjaan rumah tangga atau fasilitas dasar. Terimalah bahwa pasangan Anda memiliki caranya sendiri dalam melakukan sesuatu. Pernikahan mencakup banyak kompromi dan pengertian, terutama tentang memenuhi harapan.

Menciptakan keinginan masing-masing

Jika pasangan Anda mendambakan es krim untuk pencuci mulut, tetapi Anda menginginkan brownies, pesanlah es krim sekarang. Selalu ada waktu berikutnya. Jangan menyerah jika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan Anda, sebagai gantinya, belajarlah untuk menyeimbangkannya, sehingga pasangan Anda juga mempertimbangkan keinginan dan kebutuhan Anda.

Dahulukan pasangan Anda

Jika Anda memiliki kabar baik atau buruk, pasangan Anda harus menjadi orang pertama yang mengetahuinya. Ini meyakinkan mereka tentang posisi mereka dalam hidup Anda. Meskipun Anda memiliki teman baik, habiskan waktu dengan pasangan Anda, lakukan perjalanan spontan dan anggap satu sama lain sebagai prioritas utama – ini akan membuat pernikahan Anda bahagia.

Jangan terlalu serius

Tidak perlu menganggap serius segala hal, khususnya ketika Anda dan pasangan sedang bertengkar. Jika mereka telah menyinggung Anda, luangkan waktu untuk berpikir dan beri mereka kesempatan untuk meminta maaf dengan tulus. Jika ya, jangan terlalu mempermasalahkannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini