Ingin Minum Soju? Ada Versi Halal-nya Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Buat pecinta drama Korea pasti sudah tak asing lagi dengan Soju. Soju sendiri adalah minuman suling tradisional Korea yang terbuat dari beras, gandum atau barley, biasanya mengandung alkohol.

Hayo siapa yang ngaku kepengen banget icip-icip ‘Soju’ tapi sayang minuman ini beralkohol dan haram diminum umat muslim? Jangan khawatir karena ternyata ada versi halalnya lho!

Soju versi halal tersebut merupakan produk dari Warung Mini Ummik yang berbasis di Bandung, Jawa Barat. Namanya juga halal, pastinya minuman tersebut dibuat tanpa campuran alkohol.

Buat yang penasaran dengan Soju halal tersebut, bisa cek Instagram resmi mereka yakni @warungminiummik. Desain botolnya pun mirip banget dengan Soju asal Korea Selatan.

“Soju tapi HALAL? Hah emang ada?? Ada donggg jadi ini tanpa alkohol ya gaes jadi 100% HALAL, rasanya refreshing banget, pas pertama liat botolnya gemes bgt kirain minuman import taunya produk lokal cuy ! Ini ada varian rasanya juga ga terlalu bersoda lebih ke fresh dan nyegerin rasanya,” tulisnya pada caption.

Meski penyebutannya Soju halal, minuman ini punya nama lain, yakni Mojiso yang singkatan dari Mojito Soju. Mojiso terbuat dari bahan-bahan yang halal seperti syrup, perisa buah, sparkling water dan daun mint.

Gak disangka ternyata produk ini menarik perhatian netizen untuk membelinya. Bahkan, unggahan terbaru di Instagramnya menyebutkan sudah closed order dan dibuka kembali pada 5 September 2020.

Selain Mojiso, mereka juga menawarkan berbagai makanan khas Korea seperti Tteokbokki, Odeng, Corndog dan lainnya. Penasaran? Kepoin dulu aja Instagramnya!

View this post on Instagram

PENGUMUMAN

A post shared by Warung Mini Ummik Project (@warungminiummik) on

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Relaunching AMANAH Hadirkan Program Inovatif, Dari Daur Ulang hingga Pelatihan Industri Kreatif

Oleh: Cintya Kusuma Hakim)*Relaunching AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul-Hebat) yang dijadwalkan pada 23 April 2026 menjadi momentum penting dalam menghadirkan berbagai program inovatif berbasis kebutuhan generasi muda. Melalui rangkaian inisiatif seperti Future Leaders Bootcamp, pengembangan Galeri UMKM, hingga pameran produk daurulang di Ruang Inovasi, AMANAH tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitaspemuda, tetapi juga mendorong lahirnya ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Selainitu, pelatihan industri kreatif seperti teknik dasar menjahit turut memperkuat kesiapantalenta muda dalam memasuki dunia usaha, sekaligus menegaskan peran AMANAH sebagai motor penggerak transformasi ekonomi berbasis kreativitas di Aceh.Dalam konteks tersebut, berbagai program pengembangan pemuda yang telahberjalan sebelumnya perlu diperkuat, baik dari sisi kualitas pelatihan, jangkauanpeserta, maupun keberlanjutan dampaknya. Relauching AMANAH Aceh diharapkanmenjadi titik balik dalam merumuskan pendekatan yang lebih adaptif terhadaptantangan zaman.Salah satu inisiatif yang menonjol adalah penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp yang bertujuan mencetak pemimpin muda di bidang bisnis. Program yang diikuti oleh 26 anak muda Aceh ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapijuga membangun pola pikir kewirausahaan yang inovatif dan berorientasi global.Ketua Yayasan AMANAH, Dr Saifullah Muhammad menyampaikan pentingnyakehadiran AMANAH sebagai wadah pengembangan generasi muda Aceh. Bootcamp tersebut menekankan pentingnya membekali pemuda dengankemampuan kepemimpinan yang kontekstual. Saifullah menilai bahwa generasi muda Aceh memiliki potensi besar untuk menjadimotor penggerak ekonomi, asalkan diberikan akses dan pendampingan yang tepat.Lebih jauh, bootcamp ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemuda, mentor, danpelaku industri. Interaksi tersebut memungkinkan transfer pengetahuan yang lebihaplikatif dan relevan dengan kebutuhan pasar.Selain itu, pendekatan experiential learning yang digunakan dalam program inidiyakini efektif dalam membentuk karakter kepemimpinan. Peserta tidak hanyabelajar teori, tetapi juga langsung dihadapkan pada simulasi dan tantangan nyatadalam dunia bisnis.Di sisi lain, penguatan program pemuda juga dilakukan melalui kerja sama denganinstitusi pendidikan tinggi. AMANAH menjalin komunikasi dengan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry untuk memperkuat pembinaan generasi muda.Dalam pertemuan tersebut, Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman mengungkapkanbahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan untukmenciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam halini dibutuhkan sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan. Kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan kurikulum berbasiskewirausahaan dan kepemimpinan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya siapsecara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan untuk berkontribusi secara nyata di masyarakat.Dalam konteks ekonomi, AMANAH juga menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kalangan generasimilenial. Langkah ini menjadi relevan mengingat sektor ekonomi kreatif memilikipotensi besar dalam menyerap tenaga kerja muda.Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menjelaskanbahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mengembangkan sektorekonomi berbasis kreativitas. Mereka melihat bahwa inovasi yang dihasilkan anakmuda dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.Program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga fasilitasiakses pembiayaan dan pemasaran. Hal ini penting agar...
- Advertisement -

Baca berita yang ini