Ingin Kulineran Sepuasnya, Yuk Kunjungi 5 All You Can Eat di Bawah Rp 100 Ribu di Bogor

Baca Juga

MATA INDONSIA, JAKARTA-Restoran All You Can Eat beberapa waktu lalu mulai menjamur dan banyak diminati masyarakat karena sajian makanan yang bisa diambil sepuasnya hanya dengan harga yang relatif murah.

Konsep makan sepuasnya. Namun, restoran ini memiliki peraturan dan batas waktu makan yakni 90 menit. Jika pengunjung tidak menghabiskan makanan yang diambil maka akan dikenakan denda sesuai dengan ketentuan restoran.

Di Bogor, restoran jenis ini telah banyak dijumpai hampir di setiap wilayah. Namun, All You Can Eat yang menawarkan harga di bawah 100 ribu hanya ada beberapa. Berikut rekomendasi restoran All You Can Eat Bogor dengan harga di bawah 100 ribu :

1. Pochajjang Bogor
Restoran All You Can Eat ini terletak di Jl. Raya Pajajaran No.8, RT.04/RW.01, Sukasari, Kec. Bogor Tim., Kota Bogor ini menjadi salah satu pilihan yang wajib di kunjungi ketika berlibur di Bogor. Tempat ini buka mulai pukul 11.00-21.00 WIB.

Dengan olahan masakan Korea para pengunjung dapat menikmati penawaran daging wagyu dengan harga yang relatif terjangkau yakni 99.000/orang. Restoran ini menyajikan olahan daging grill dengan berbagai rasa hingga shabu lengkap dengan sayurannya.

2. Ichiro Shabu & Barberque
Ichiro Shabu & Barberque menyajikan dua menu andalan yakni Grill BBQ dan Shabu-Shabu yang dapat dipilih sesuai dengan selera masing-masing. Pilihan daging dengan isian topping yang beragam dapat menjadi pilihan untuk dinikmati bersama keluarga, teman hingga pasangan.

Restoran All You Can Eat ini berlokasi di Jl. A. Yani No.64, RT.2/RW.2, Tanah Sereal, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor yang buka mulai pukul 16.00-21.00 WIB setiap hari.

Harga yang ditawarkan bagi pengunjung yang ingin menikmati sajian sepuasnya ini mulai dari 99.000/orangnya.

3. Sumeragi Bogor
Sumeragi Bogor merupakan restoran jepang yang menyajikan banyak paket-paket all you can eat dengan harga yang cukup terjangkau, Pasalnya untuk menikmati makanan sepuasnya ini pengunjung hanya cukup membayar 99.000/orang dengan nama paket reguler.

Namun, pilihan paket reguler di batasi hanya 4 plate saja jika ingin makan sepuasnya maka pengunjung bisa memilih penawaran unlimited beef plate. Sumeragi memiliki olahan resep khas diantaranya potato wedges, dorayaki, okonomiyaki, dan tempura goreng.

Restoran Jepang ini berlokasi di Jl. Pandu Raya No.168, RT.02/RW.16, Tegal Gundil, Kec. Bogor Utara, Kota Bogor yang buka dari pukul 11.00-21.00 WIB.

4. GoGrill-Ah Bogor

GoGrill-Ah Bogor merupakan restoran All You Can Eat yang banyak diminati ribuan pencinta grill karena hanya dengan biaya 98.000/orangnya pengunjung sudah bisa menikmati hidangan sepuasnya mulai dari menu utama yakni grill dan shabu-shabu. Selain itu, terdapat pula dish tambahan seperti chicken karage, kentang goreng, bahkan bubur ketan hitam.

Restoran ini terletak di Jl. A. Yani No.89, RT.03/RW.07, Tanah Sareal, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor yang mulai dibuka pukul 11.00-21.00 WIB setiap harinya.

5. Caddie Grill & Shabu

Restoran All You Can Eat yang berlokasi di Jl. Keramat/ Mbah Dalam No.4, RT.02/RW.13, Kedungbadak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor ini buka mulai pukul 10.00-21.00 WIB.

Pengunjung sudah bisa menikmati paket makan sepuasnya hanya dengan membayar paket standard seharga Rp. 75.000/orang sedang paket premium dikenakan biaya sebesar Rp. 85.000/orang.

Tidak hanya harganya saja yang murah, Caddie Grill & Shabu juga memiliki lahan luas dan terbuka yang menampakkan taman asri di sisinya.

Menu yang disajikan di restoran ini adalah hidangan grill dengan variasi rasa bumbu marinasi dan shabu-sahbu dengan isian yang terbilang lengkap. Tempat ini cocok untuk pengunjung yang datang bersama keluarga dan teman-teman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat, Ruang Perubahan Generasi

Oleh: Jaya Abdi Keningar *) Sekolah Rakyat tidak lahir sebagai proyek pendidikan biasa. Ia hadir sebagai jawaban ataspersoalan yang selama puluhan tahun menjadi simpul ketimpangan pembangunan manusiaIndonesia: kemiskinan ekstrem yang diwariskan lintas generasi melalui keterbatasan aksespendidikan bermutu. Dalam konteks ini, Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi belajar, melainkan ruang perubahan, tempat negara secara sadar mencoba memutus rantaiketertinggalan dari hulunya. Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, Sekolah Rakyat dirancang denganpendekatan yang menyentuh akar persoalan sosial. Pendekatan ini menjelaskan mengapaleading sector program ini berada di Kementerian Sosial, bukan semata di kementerianpendidikan. Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai desain tersebut sebagaipilihan kebijakan yang logis karena sasaran utama Sekolah Rakyat adalah kelompok desilsatu dan dua, masyarakat miskin ekstrem yang selama ini tertinggal dari sistem pendidikanreguler. Menurutnya, orientasi ini menegaskan bahwa pendidikan diposisikan sebagaiinstrumen mobilitas sosial, bukan hanya pemenuhan administratif. Dalam perspektif pendidikan, kebijakan ini mencerminkan pergeseran paradigma negara. Pendidikan tidak lagi dipahami semata sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi sebagaistrategi intervensi struktural untuk memperbaiki kualitas hidup. Presiden Prabowo Subianto, dalam berbagai kesempatan, menekankan bahwa tujuan pembangunan bukanlah mengejarstatus negara berpendapatan tinggi, melainkan memastikan rakyat hidup layak, makan cukup, sehat, dan anak-anak memperoleh pendidikan yang baik. Penempatan Sekolah Rakyat dalamkerangka besar Asta Cita menunjukkan bahwa pendidikan ditempatkan sejajar denganswasembada pangan dan energi sebagai fondasi kedaulatan bangsa. Namun, tantangan terbesar Sekolah Rakyat justru terletak pada kualitas proses belajar itusendiri. Banyak anak yang masuk ke Sekolah Rakyat membawa beban ketertinggalan literasiyang serius. Dalam dialog publik bertema “Menjaga Literasi Sekolah Rakyat” di TVRI,Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz menegaskan bahwa literasi tidak bolehdipersempit hanya pada kemampuan membaca teks, melainkan kemampuan mengolahinformasi secara kritis untuk meningkatkan kualitas hidup. Pandangan ini menegaskan bahwaliterasi adalah inti dari transformasi, bukan pelengkap kebijakan. Di sinilah perpustakaan Sekolah Rakyat mengambil peran strategis. Perpustakaan tidak lagidiposisikan sebagai ruang sunyi penyimpanan buku, tetapi sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk belajar tanpa stigma. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa ketikaperpustakaan dikelola secara aktif, dengan kegiatan membaca bersama, diskusi buku, dan kelas menulis, anak-anak yang semula pasif mulai berani menyampaikan pendapat. Perubahan ini mungkin tidak langsung terlihat dalam angka, tetapi sangat menentukan arahmasa depan mereka. Pendekatan hibrida yang menggabungkan buku cetak dan teknologi digital juga menjadikunci adaptasi Sekolah Rakyat dengan realitas zaman....
- Advertisement -

Baca berita yang ini