Hijabers Merapat! Begini Tips Nyaman Berhijab saat Musim Panas

Baca Juga
MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebagai seorang muslimah, mengenakan hijab adalah kewajiban untuk menutup rambut yang merupakan bagian dari aurat kaum hawa. Hal ini sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT.
Kini memakai hijab bukan hanya sebagai keharusan, tapi sudah jadi tren dan gaya hidup wanita muslimah khususnya di Indonesia. Perkembangan tren fashion saat ini merubah gaya hijab yang awalnya tidak menarik jadi lebih stylish.
Nah, gak cuma mementingkan fashionnya, memakai hijab juga perlu diperhatikan kenyamanannya loh, terlebih di musim panas seperti ini. Kamu perlu tahu tips memakai hijab yang nyaman biar gak bikin kamu gerah.
Yuk, simak tipsnya!
1. Pemilihan Bahan
Saat musim panas, pemilihan bahan hijab sangat perlu diperhatikan. Jika salah pilih, maka kamu akan merasa gerah dan gak nyaman seharian. Ada baiknya kamu memilih bahan hijab seperti bahan katun atau linen yang bisa menyerap keringat dengan mudah. Selain itu, bahan cifon juga bisa kamu gunakan sebagai hijab di musim panas karena teksturnya yang lebih ringan dan tipis.
2. Pemilihan Warna
Gak cuma bahannya, warna pada hijab juga mempengaruhi kenyamanan kamu loh. Saat musim panas, hindari warna-warna gelap seperti coklat, biru tua dan hitam ketika memilih hijab.
Hal tersebut karena warna-warna gelap mudah tersengat sinar matahari sehingga bikin kamu jadi makin panas dan gerah. Pilihlah warna-warna netral untuk hijabmu seperti putih, krem, gading dan abu-abu muda.
3. Menggunakan Ciput
Buat hijabers, pasti udah gak asing dong dengan dalaman hijab atau akrab disebut ciput. Nah, biar kamu tetap nyaman saat berhijab di musim panas, gunakanlah ciput yang berbahan katun ya.
Hal ini guna memberikan kenyamanan karena bahan ciput yang cenderung adem. Gak cuma bikin nyaman, pakai ciput juga bisa membuat tampilan hijabmu jadi lebih rapih.
4. Model Hijab
Membuat macam-macam model hijab memang seru dan bikin tampilan hijabmu jadi gak monoton. Tapi, di musim panas seperti ini, ada baiknya kamu menghindari model hijab yang terlalu ribet ya.
Memang jadi lebih stylish, tapi gak menutup kemungkinan kamu jadi gerah karena modelnya yang terlalu ribet. Jadi, usahakan memakai model hijab yang sederhana agar kamu lebih leluasa beraktivitas ya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini