Heboh Pengakuan Kriss Hatta Soal Hana Hanifah: Aku Mau Bayar Dia Gak Mau

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Artis cantik Hana Hanifah masih jadi sorotan publik gara-gara kasus prostitusi online yang menyeret namanya. Kini, sang kekasih, Kriss Hatta ikut angkat bicara soal kasus yang melibatkan Hanna.

Kriss mengatakan, selama sebulan menjalin kedekatan, Hana tak terlihat sedang dalam kesulitan ekonomi hingga harus terjun ke bisnis prostitusi. Dia, kata Kriss merupakan orang berkecukupan dari sisi finansial.

“Aku sangat pastikan dia tidak ada desakan ekonomi. Kalau untuk yang lain aku nggak tahu,” kata Kriss Hatta, dikutip dari Youtube Andita. cs, Kamis, 16 Juli 2020.

Lebih lanjut, Kriss bercerita bahwa Hana sering menolak tawarannya untuk membayarkan makanan saat hang out berdua.

“Dia mau makan apa aja bisa. Dia masih bisa ngajak aku pergi juga. Kadang aku mau bayar dia nggak mau,” ujar Kriss.

Pemain FTV itu pun mengaku tak akan putus dari Hana Hanifah meski sang pacar terlibat kasus prostitusi.

“Sampai sekarang tidak ada kata-kata putus. Gimana mau mengatakan hal itu? Aku juga nggak tega dan nggak ada kepikiran untuk mengatakan itu. Di posisi kayak gini untuk memikirkan keegoisan tidak bagus. Anak ini kan butuh support,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bansos Beras Berlanjut Melindungi Rakyat

Oleh: Ricky RinaldiPemerintah kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kesejahteraanmasyarakat melalui keberlanjutan program bantuan sosial pangan berupa beras. Di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis serta potensi tekanan terhadap dayabeli domestik, kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kebutuhandasar rakyat tetap terpenuhi. Program bantuan beras bukan sekadar bentukperlindungan sosial, tetapi juga instrumen vital dalam menjaga stabilitas ekonomidan ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.Ketersediaan pangan yang terjangkau merupakan salah satu faktor utama dalammempertahankan kualitas hidup masyarakat. Bagi kelompok rentan dan berpenghasilan rendah, fluktuasi harga bahan pangan pokok dapat memberikandampak langsung yang signifikan terhadap kondisi finansial keluarga. Oleh karenaitu, negara memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh lapisanmasyarakat tetap memiliki akses yang stabil terhadap kebutuhan pokok, terutamasaat kondisi ekonomi makro menghadapi tantangan eksternal seperti fluktuasi nilaitukar rupiah maupun faktor iklim.Langkah perlindungan ini dipertegas melalui peluncuran paket stimulus ekonomiberskala besar pada Semester II Tahun 2026 dengan total nilai mencapai Rp26,34 triliun. Dari total anggaran tersebut, pemerintah mengalokasikan porsi dana terbesar, yakni senilai Rp17,54 triliun, khusus untuk mendistribusikan bantuan beras masing-masing 10 kilogram kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Program yang dijalankan secara bertahap melalui Perum Bulog ini dijadwalkan berlangsungselama tiga bulan penuh, dimulai pada alokasi bulan Juli 2026.Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwaperpanjangan bansos beras ini difokuskan untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menjelangdatangnya musim kemarau serta masa paceklik. Pemerintah mengoordinasikanlangkah ini agar hampir 34 juta masyarakat yang paling rentan di lapisan bawahtidak terdampak oleh perubahan kurs atau dinamika pasar apa pun. Kebijakan inisekaligus menjadi instrumen taktis untuk memastikan harga-harga sembako di pasar tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat. Untuk mendukung program ini, pemerintah memperkirakan penyaluran bantuan akan mengoptimalkan cadanganberas pemerintah (CBP) di gudang Bulog sekitar 1 juta ton.Bantuan beras ini memiliki dampak yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini