Hari Olahraga Nasional: Pentingnya Peran Keluarga dalam Olahraga di Tengah Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Olahraga merupakan gaya hidup yang perlu dilakukan masyarakat secara rutin untuk menjaga stamina tubuhnya. Umumnya, masyarakat suka berolahraga di luar rumah agar tidak bosan dan lebih bersemangat.

Namun, di masa pandemi seperti ini, masyarakat diharuskan untuk mengurangi kegiatan di luar rumah termasuk kegiatan berolahraga. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kerumunan dan terjadinya penularan virus Covid-19.

Jangan sedih, kamu tetap bisa kok berolahraga untuk kebugaran tubuhmu meski dilakukan di rumah saja. Terlebih, kamu bisa melakukannya bersama keluarga agar olahragamu jadi lebih semangat.

Bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS), Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali mengatakan keluarga bisa memberikan semangat saat berolahraga meski dilakukan di rumah.

“Keluarga memiliki peran penting untuk mengajak olahraga terutama di tengah pandemi ini,” kata Zainudin saat menghadiri Virtual Press Conference: MILO Indonesia Virtual Run pada Rabu, 9 September 2020.

Saat melakukan olahraga di rumah, biasanya masyarakat jadi kurang bersemangat karena tidak ada teman yang menemani seperti halnya saat berolahraga di luar. Misal, orang yang terbiasa lari di luar rumah. Saat harus melakukan olahraga di rumah, maka akan ada rasa bosan dan kurang semangat. Dengan demikian, peran keluarga untuk mengajak olaharaga bersama sangat penting untuk membangkitkan semangat olahraga.

Nah, ada beberapa jenis olahraga yang bisa kamu lakukan bersama keluargamu di rumah saat pandemi ini, mulai dari yoga, senam aerobik, hingga ikut virtual run yang bisa kamu lakukan di rumah bersama keluargamu di rumah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini