Harga Rokok Naik, Yuk Berhenti Merokok

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mulai 1 Februari 2021, Kementerian Keuangan secara resmi menaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok rata-rata sebesar 12,5 persen.

Kenaikan tarif ini telah ditetapkan oleh pemerintah sejak tahun 2020 melalui Peraturan Meteri Keuangan (PMK) Nomor 198/PMK.010/20 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Masing-masing kelompok atau golongan rokok mengalami kenaikan tarif yang berbeda-beda dengan rata-rata kenaikan sebesar 12,5 persen.

Dengan ditetapkannya ketentuan ini, pemerintah berharap dapat menekan pertumbuhan produksi rokok sebesar 3,2 persen.

Selain menghabiskan uang, ternyata merokok juga mengganggu kesehatan manusia. Mengutip dari halodoc, beberapa penyakit serius yang dapat ditimbulkan dari kegiatan yang satu ini seperti stroke, aneurisma otak, kanker paru-paru, bronchitis, ulkus, kanker bibir, kanker tenggorokan, emfisema, dan masih banyak lainnya.

Jangan risau bagi kalian yang sudah kecanduan dengan produk olahan tembakau ini, banyak jalan yang dapat ditempuh untuk mengurangi merokok. Dilansir dari berbagai sumber, berikut kami rangkumkan daftarnya.

  1. Olahraga

Berolahraga dapat membantu mengalihkan keingan merokok. Dikutip dari Medical News Today, olahraga diketahui dapat mengurangi gejala putus nikotin.

Menurut sebuah studi, ketika berolahraga selama 10 menit, efek keinginan untuk tidak merokok langsung bisa dirasakan. Hal ini dikarenakan otak memproduksi zat kimia anti-candu ketika sedang berolahraga.

  1. Konsumsi Makanan Sehat

Biasanya, para pecandu enggan berhenti merokok karena takut nafsu makan akan bertambah. Padahal, hal tersebut bisa diantisipasi dengan memakan-makanan yang sehat dan bergizi seperti buah dan sayur.

Selain itu, menjalani pola makan sehat dapat memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh serta sebagai pengingat untuk menjalani gaya hidup sehat.

  1. Nicotine-Replacement Therapy (NRT)

NRT atau terapi pengganti nikotin merupakan salah satu  metode yang diklaim sangat efektif dalam mengatasi kecanduan rokok.

Terapi ini menggunakan produk-produk yang menyuplai nikotin dosis rendah dengan tujuan mengurangi pecandu tersebut dari keinginan untuk merokok.

Beberapa produk pengganti rokok yang digunakan pada terapi ini adalah permen karet, inhaler, nasal spray, dan lozenge.

  1. Hipnotis

Langkah selanjutnya ialah hipnotis. Dilansir dari honestdocs, hipnotis merupakan kondisi trace atau tertidur yang ditujukan untuk mengubah seseorang menjadi tak sadarkan diri. Metode hipnotis klinis memang digunakan untuk pengobatan psikologi dan fisik.

Saat dihipnotis, pasien akan merasa lebih rileks sehingga mempu berkonsentrasi dan mau mendengarkan saran untuk berhenti merokok.

Meski sangat sulit diteliti tinggat efektivitasnya, beberapa orang mengaku telah merasakan manfaat dari metode yang satu ini.

  1. Akupuntur

Metode yang satu ini sudah digunakan untuk mengatasi ketergantungan rokok. Banyak orang yang merekomendasikan akupuntur. Bahkan, ada beberapa buku penelitian yang mendasari penelitian ini.

Dilansir dari honestdocs, terdapat titik yang disebut “Tim Mee” yang digunakan secara spesifik untuk membantu mengurangi kebiasaan merokok.. Titik tersebut berada di atas lipatan pergelangan tangan.

Dengan melakukan akupuntur di titik ini, dapat membantu orang berhenti merokok dan mengubah rasa rokok.

Reporter: Diani Ratna Utami

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini