Gorengan Menjadi Makanan yang Dicari Pada Bulan Ramadhan, Ini Alasannya!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan. Selain karena bulannya yang suci, berbuka dengan takjil adalah hal yang dinanti-nanti dengan kebanyakan orang.

Salah satunya ialah gorengan. Gorengan menjadi salah satu ciri khas makanan orang Indonesia untuk berbuka puasa, seperti mendoan, tahu, bakwan, risol, dan lainnya.

Gorengan merupakan jajanan yang banyak penggemarnya. Memiliki rasa yang renyah, gurih, dan nikmat membuat semua orang menyukai jajanan yang digoreng menggunakan tepung ini.

Selain rasa yang renyah dan lezat, gorengan banyak disukai lantaran harganya yang murah dan cocok dimakan dengan cocolan sambal kacang, cabe rawit hijau, maupun saus sambal. Praktis bukan? Itulah alasan mengapa gorengan menjadi salah satu makanan favorit ketika bulan ramadhan.

Selain itu, gorengan adalah makanan yang sangat mengenyangkan untuk berbuka puasa. Pasalnya, gorengan dapat dikombinasikan dengan berbagai macam makanan ringan lainnya untuk berbuka puasa, misalnya dengan lontong, atau bahkan disandingkan dengan kolak.

Memanglah mesti gorengan sangat mengenyangkan, sudah kita akui bahwa gorengan tidak baik untuk kesehatan, banyak orang memilih tutup mata serta tetap memilih gorengan sebagai makanan ringan saat berbuka puasa.

Gorengan dapat ditemukan dengan mudah oleh banyak orang, seperti gerobak pinggir jalan bahkan sampai mall- mall besar didaerah masing-masing. walaupun begitu, gorengan yang dijual dengan gerobak dipinggir jalan tidak kalah lezat juga loh dengan gorengan-gorengan yang berada di mall.

Reporter: Siska Juniar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini