Girl Group yang Mau Debut Ini Malah Dapat Kritik karena Menampilkan Sensualitas pada Remaja

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Agensi Source Music baru saja mengumumkan girl group baru dengan nama LE SSERAFIM. Mereka pun membagikan teaser pra-debut untuk girl group itu.

Tak sesuai ekspektasi, grup ini malah dapat kritik karena seksualiasasi berlebihan terhadap remaja wanita.

Melansir dari Allkpop, Source Music yang berada dalam naungan HYBE Label telah merilis teaser pra-debut dengan judul ‘Casting Call’ pada 10 April 2022 tengah malam waktu setempat. Nyatanya, banyak netizen bereaksi bahwa keprihatinan mereka terkait seksualisasi yang berlebihan terhadap remaja wanita.

Mengingat beberapa anggota dalam grup tersebut adalah masih di bawah umur alias minor. Banyak netizen menilai bahwa teaser itu menampilkan idolanya terlalu seksi dan menganggap mengobjektifikasi girl group tersebut.

Ini bukanlah pertama kalinya label ini dikritik. Sebelumnya juga pernah dikritik karena foto konsep pra-debut grup lain yang mana para anggotanya terlihat mengenakan sepatu hak dengan perlengkapan tenis.

Hal itu pun menuai kritik atas seksualisasi berlebihan dari kaum muda dan menjadikan perempuan sebagai objek olahraga.

Sementara itu, LE SSERAFIM merupakan girl group baru dari agensi Source Music yang memiliki asal-usul namanya dari kata ‘I’M FEARLESS’.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini