Giliran ‘Sultan Andara’, Nikita Mirzani Kini Sindir Kekayaan Raffi Ahmad

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Selebritis sensasional, Nikita Mirzani kembali bikin geger warganet. Pasalnya, Niki kembali menyindir soal crazy rich tanah air alias para sultan, termasuk Raffi Ahmad.

Lewat video yang beredar, Nikita menyebut bahwa yang disebut sultan adalah orang yang sudah memiliki kekayaan terdaftar di dunia.

“Kalau mau jadi sultan di Indonesia tuh kayanya harus yang turun temurun, harus terdaftar di dunia,” ucap Nikita.

Ia pun turut menyerempet presentern kondang Raffi Ahmad. Ia menegaskan sosok seperti Raffi tak pantas disebut ‘sultan Andara’.

“Gak ada, gak ada sultan Andara,” ungkapnya.

Sebelumnya, sosok Nikita memang sempat menyindir sejumlah crazy rich di Indonesia. Ia menyebut kekayaan mereka perlu di pertanyakan.

Alhasil, pernyataan Nikita ini menuai beragam komentar warganet. Banyak yang heran mengapa ibu tiga anak ini kerap mencari ribut dengan orang lain.

“Dia depresi apa gimana ya? Nyari ribut mulu.”

“Iri kali.”

“Dia butuh pengakuan.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini