Geger Sinetron Indonesia Plagiat Squid Game, Ernest Prakasa: Emang Gak Ada Malunya?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Serial Squid Game nampaknya menjadi drama fenomenal di sepanjang tahun 2021. Segala kegiatan kini berkiblat pada drama asal Korea Selatan itu.

Termasuk salah satu sinetron tanah air. Bukannya berpikir ide kreatif, sinetron bertajuk Dolanan Game itu justru menjiplak serial garapan Netflix tersebut.

Hal ini sontak membuat komika Ernest Prakasa buka suara. Ia ikut geram karena industri hiburan tanah air justru meniru hasil karya orang lain.

Ernest Prakasa komentari sinetron tanah air yang jiplak serial Squid Game

“Halo @sctv, numpang tanya nih. Emang gak ada malu-malunya gitu, dikittt aja,” tulis Ernest di Instagramnya, Sabtu 23 Oktober 2021.

Dari postingan Ernest, nampak sinetron yang tayang di salah satu stasiun TV swasta itu mempunyai konsep cerita yang sama persis dengan Squid Game. Yakni para pemain memakai baju hijau dan nuansa permainan yang dominan merah muda.

Kejadian ini langsung mengundang reaksi netizen. Mereka ikut geram sekaligus malu karena industri hiburan tanah air malah menjiplak ide orang lain.

“Sedih gak sih lu.”

“Parah.”

“Asli malu-maluin.”

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini