Gegara Jatuhkan Kado dari Prilly Latuconsina, Nagita Slavina Disebut Gak Sopan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Selebritis Nagita Slavina nampaknya tengah banjir kado pasca melahirkan anak keduanya, Rayyanza Malik Ahmad. Sejumlah sahabat seleb ramai-ramai memberi hadiah untuk Rayyanza, termasuk Prilly Latuconsina.

Namun, cara menerima wanita yang disapa Gigi itu mendadak jadi buah bibir netizen. Gigi dianggap tak sopan karena menjatuhkan kado pemberian Prilly.

Hal itu terungkap dari channel YouTube Gigi, Rans Entertainment.

“Ibu kan ibu udah punya semua ya, yaudah ini disimpen aja,” kata Prilly sembari memberikan tas berisi kado itu.

“Ya Allah makasih banyak,” jawab Gigi.

Sembari menerima, Gigi pun hendak meletakkan kado dari Prilly itu ke lantai. Namun, ia terkesan melempar dan menjatuhkan kado tersebut.

“Eh maaf,” kata Gigi merasa tak sengaja.

Alhasil, momen itu pun menjadi pusat perhatian netizen. Banyak yang menganggap hal yang dilakukan Gigi tidak sopan. Tapi tak sedikit pula yang mengatakan Gigi tidak sengaja.

“Mba Gigi kok nerimanya gitu sih?”

“Aduh gak sopan banget naronya.”

“Itu gak sengaja kali, buktinya dia pake maaf.”

Hmm, gimana menurutmu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini