Gegara Gunakan Identitas V dan Jungkook BTS di Catatan Kematian, Tim Produksi ‘Tomorrow’ Beri Tanggapan

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Baru-baru ini episode terbaru drama ‘Tomorrow’ menuai kritikan. Pihak produksi pun memberikan tanggapan resminya.

Melansir dari Soompi, drama ini menuai kritikan di komunitas online terkait adegan yang menampilkan nama asli V BTS (Kim Taehyung) dan tanggal lahir Jungkook BTS.

Dalam adegannya, terlihat data kedua penyanyi grup K-pop global itu tertulis dalam daftar kematian. Tertulis dalam catatan bahwa Kim Taehyung meninggal pada 31 Desember 1971 dan Kim Yurim pada 1 September 1997.

Meski namanya bukan Jungkook dan tahun lahirnya bukan V, tapia da kesamaan data sehingga menimbulkan kecurigaan netizen. Tim produksi pun menanggapi tuduhan tersebut melalui pernyataan resminya.

“(Tanggal lahir yang tercantum pada daftar) hanyalah kombinasi angka dan tidak memiliki niat khusus,” katanya.

Tak sedikit penggemar BTS membanjiri papan buletin situs resmi ‘Tomorrow’. Beberapa penonton menuntut agar adegan itu dihapus dan permintaan maaf dari tim produksi.

Sebelumnya drama ini mendapatkan pujian karena kisahnya diambil dari kasus bunuh diri di Korea yang mana dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kasus tersebut.

Gimana menurut kalian?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini