Gak Sampe Rp 1,1 Miliar Operasi Plastik kayak Nikita Mirzani, Nih Daftar Harganya!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Baru-baru ini, Nikita Mirzani kembali membuat heboh publik dengan tampilan barunya. Pasalnya, artis seksi tersebut baru saja melakukan operasi plastik di Negeri Ginseng, Korea Selatan.

Bukan tanpa alasan, Nikita Mirzani sengaja melakukan oplas demi alasan kesehatan. Aktris yang akre ada bagian dari hidung Niki yang rusak, hingga harus diperbaiki.

“Memang kebetulan operasi itu buat kesehatan juga, Jadi operasi sebelumnya di Jakarta hidung Niki rusak jadi mau dibetulin di Korea,” kata Nikita Mirzani saat ditemui di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, pada Rabu 23 Oktober 2019.

Kabarnya, Niki sampai harus mengeluarkan biaya sebesar 1,1 miliar lho! Namun sepertinya hal tersebut tidak sia-sia, karena banyak netizen yang berpendapat bahwa Nikita menjadi lebih cantik setelah oplas.

Seiring dengan maraknya budaya hiburan Korea Selatan, banyak warga Indonesia yang tertarik untuk datang ke negara tersebut untuk mengubah tampilan wajah dan tubuh agar lebih menarik.

Berbicara mengenai operasi plastik, prosedur operasi plastik yang paling laris adalah operasi kelopak mata. Prosedur tersebut banyak diminati karena pada umumnya, warga Korea Selatan atau masyarakat Asia memiliki bentuk mata yang kecil atau sipit.

Lalu, berapa kocek yang harus dirogoh untuk menjalani operasi plastik di Negara K-POP tersebut? Berikut adalah kisaran biaya untuk melakukan prosedur operasi plastik yang dilakukan di Korea Selatan, seperti yang dirangkum dari GoCare:

1. Operasi kelopak mata (blepharoplasty): Rp 27 juta – Rp 55 juta

2. Operasi pengencangan payudara: Rp 79,3 juta

3. Operasi pembesaran payudara (implant): Rp 120 juta – Rp 140 juta

4. Operasi pengecilan payudara: Rp 70 juta – Rp 100 juta

5. Operasi hidung (rhinoplasty): Rp 16,7 juta – Rp 110 juta

6. Operasi memperbaiki rahang; Rp 69,7 juta

7. Operasi pelebaran dahi: Rp 41,8 juta

8. Operasi face lift: Rp 60 juta – Rp 90 juta

9. Sedot lemak (liposuction): Rp 41,8 juta

10. Tummy stuck (abdominoplasty): Rp 210 juta

Seluruh biaya tersebut sudah termasuk biaya pemulihan dan obat-obatan pasca operasi. Namun, biaya tersebut belum termasuk harga tiket dan akomodasi selama di Korea. Gimana? Tertarik untuk oplas di Korea Selatan? (Dinda)

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini