Film James Bond Terbaru akan Tayang 20 November 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Mundur terus dari perkiraan jadwal tayang, film James Bond berikutnya, No Time to Die, akan diputar beberapa hari lebih awal dari perkiraan.

No Time to Die mendapatkan tanggal rilis baru, yakni 20 November 2020, lima hari lebih awal dari tanggal rilis sebelumnya, 25 November 2020. Kabar ini diungkapkan oleh akun Twitter resmi film itu pada Sabtu 13 Juni 2020 waktu Amerika. ”Kembalinya teman-teman lama dalam film Bond terakhir Daniel Craig. Akan tayang di Inggris 12 November, 20 November di Amerika Serikat,” tulis akun Twitter film James Bond.

Pengumuman bahwa No Time To Die bergerak naik tanggal rilisnya, datang setelah sejumlah film mengumumkan penundaan. Warner Bros mengumumkan pada Jumat bahwa Film Tenet karya Christopher Nolan ditunda dua minggu, pindah ke 31 Juli dari 17 Juli 2020.

Sementara Wonder Woman 1984 pindah jadwal tayang dari 14 Agustus 2020 hingga 2 Oktober 2020. Matrix 4 juga tertunda, mulai dari 21 Mei 2021 hingga 1 April 2022, hampir satu tahun kemudian.

Universal Pictures mengumumkan pula bahwa film yang dibintangi Tom Hanks, Bios, akan tertunda juga, dari yang semula 2 Oktober 2020 menjadi 16 April 2021. Di sisi lain, No Time to Die akan menjadi film terakhir Daniel Craig memerankam tokoh James Bond.

No Time to Die bercerita tentang James Bond yang memilih pensiun dan beristirahaf di Jamaika. Namun, kedamaiannya terusik ketika teman lamanya dari CIA, Felix Leiter, muncul meminta bantuan.

Membuat Bond mengarah ke jejak penjahat misterius yang dipersenjatai dengan teknologi baru yang berbahaya. No Time to Die juga akan dibintangi oleb Ana de Armas, Lashana Lynch, Naomie Harris, Lea Seydoux, Ben Winshaw, Jeffrey Wright, Rami Malek, dan Ralph Fiennes.

Berikut trailler Film James Bond terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini