Drama Remake ‘Cleaning Up’ akan Tayang pada Juni 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Belum lama ini JTBC membagikan poster untuk drama barunya. Judul dramanya adalah ‘Cleaning Up’.

Melansir dari Soompi, ‘Cleaning Up’ merupakan sebuah remake dari serial televisi Inggris dengan judul yang sama. Serial ini menceritakan tentang kisah tiga pembersih di sebuah perusahaan sekuritas yang mencoba untuk menempa nasib baru untuk diri mereka.

Mereka melamar pekerjaan itu setelah secara tak sengaja mereka mendengar beberapa informasi penting tentang perdagangan saham orang dalam.

Drama ini akan dibintangi oleh Yum Jung Ah, Jun So Min, dan Kim Jae Hwa. Yum Jung Ah yang berperan sebagai Eo Yong Mi yang merupakan seorang ibu pekerja keras yang memiliki dua anak perempuan.

Sedangkan Jun So Min akan berperan sebagai Ahn In Kyung yang merupakan rekan kerja Yong Mi yang bekerja untuk menabung membuka kafe sendiri dengan truk makanan. Lalu Kim Jae Hwa akan berperan sebagai Meng Soo Ja yang merupakan seorang pembersih cerdik dan menawan yang bisa berteman dengan siapa saja yang mungkin ‘berguna’ baginya.

Rencananya drama ‘Cleaning Up’ akan tayang perdana di saluran TV nasional Korea Selatan, JTBC, pada Juni 2022 mendatang. Sayangnya, masih belum diketahui drama ini akan ditayangkan di platform layanan streaming apa.

Drama ini akan mengambil alih slot waktu dari drama ‘My Liberation Notes’ jika sudah tamat.

“Juni ini, petugas kebersihan Yong Mi, In Kyung, dan Soo Ja akan menggunakan pengetahuan mereka dari menyapu lantai untuk membuat skema untuk mengubah hidup mereka. Dengan penyedot toilet di satu tangan sebagai tombak mereka dan keputusasaan di sisi lain sebagai perisai mereka, ketiga wanita itu akan terjun ke perang saham yang tidak dapat diprediksi oleh siapa pun,” kata produser.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi Pemerintah Menekan PHK dan Menjaga Produktivitas Industri Nasional

Oleh: Faiz Permana )*Stabilitas ketenagakerjaan menjadi salah satu fondasi penting dalammenjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengahdinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, pemerintah memilih mengambil langkah antisipatif dengan memperkuatsektor-sektor yang memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenagakerja. Arah kebijakan tersebut terlihat dari rencana pemerintah menjadikan industri padat karya sebagai fokus utama kebijakan fiskal pada 2027. Pilihan ini dinilai tepat karena sektor padat karya selama ini menjaditulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional dan memilikikontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.Pelaksana Harian Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Ferry Ardiyanto, menjelaskan bahwa pemerintahtelah menyiapkan berbagai stimulus fiskal untuk memperkuat sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi. Dukungan pemerintah terhadap dunia usaha diwujudkan melalui berbagaiinsentif fiskal. Salah satunya adalah insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 Ditanggung Pemerintah bagi pekerja di sektor padat karya dan pariwisata. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligusmemberikan ruang bagi perusahaan untuk tetap mempertahankanoperasional usahanya.Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Melalui program magang bagi lulusan baru, pemerintah berupayamempercepat proses adaptasi generasi muda terhadap kebutuhan dunia kerja. Pengalaman kerja yang diperoleh melalui program tersebut akanmenjadi modal penting bagi pencari kerja untuk meningkatkan dayasaingnya.Skema pemberian uang saku setara upah minimum memberikan nilaitambah bagi peserta magang. Selain memperoleh pengalaman praktis, generasi muda juga mendapatkan dukungan ekonomi selama mengikutiproses pembelajaran di lingkungan kerja.Perlindungan terhadap pekerja transportasi daring diperkuat melaluipemberian diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan JaminanKesehatan Nasional sebesar 50 persen. Kebijakan ini menunjukkanbahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada sektor formal, tetapijuga kepada kelompok pekerja yang menjadi bagian penting dari ekonomidigital.Penyerapan tenaga kerja di daerah juga diperkuat melalui program padatkarya tunai. Kehadiran program ini memiliki manfaat ganda karenamampu memberikan penghasilan kepada masyarakat sekaligusmendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan daerah.Berbagai program prioritas nasional turut menjadi motor penciptaanlapangan kerja baru. Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satucontoh kebijakan yang memiliki dampak ekonomi luas karena melibatkanrantai pasok yang panjang, mulai dari penyediaan bahan baku hinggadistribusi.Perkiraan penyerapan sekitar 1,5 juta tenaga kerja melalui Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan bahwa kebijakan sosial dapat berjalanberiringan dengan agenda penciptaan lapangan kerja. Efek ekonominyamenjangkau berbagai sektor usaha yang terlibat dalam pelaksanaannya.Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih juga memperlihatkanupaya pemerintah memperkuat ekonomi pesisir....
- Advertisement -

Baca berita yang ini