Drama ‘Again My Life’ Saingan Rating Akhir Pekan dengan ‘Sh**ting Stars’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Popularitas drama ‘Again My Life’ semakin tinggi. Terbukti dari peringkat ranking akhir pekannya baru-baru ini.

Melansir dari Soompi, drama balas dendam fantasi baru ini telah mencapai peringkat tertingginya sampai kini. Menurut Nielsen Korea, episode kelima ‘Again My Life’ telah mencetak rating nasionalnya dengan rata-rata 9,7 persen.

Ini menandai rekor pribadi baru bagi drama yang dibintangi oleh Lee Joon Gi itu.

Drama ini juga popularitasnya terlihat semakin meningkat di antara demografi utama pemirsanya dari usia 20 hingga 49 tahun. Drama itu juga mencetak peringkatnya dari kategori tersebut dengan rata-rata 4,1 persen.

Sedangkan drama baru tvN ‘Sh**ting Stars’ relatif tenang dengan episode permulaannya. Drama komedi romantis ini berlatar belakangkan layar industri hiburan yang dibintangi oleh Lee Sung Kyung dan Kim Young Dae.

Drama itu ditayangkan perdana dengan meraih rating nasional rata-rata 1,6 persen.

Sementara itu, drama yang sama populernya saat ini yakni ‘Tomorrow’ tayang di slot waktu yang sama dengan ‘Again My Life’. Drama tersebut telah naik peringkat nasional dengan meraih rata-rata 3,6 persen untuk episode terbarunya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini