Doa Agar Selalu Bahagia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jika bahagia hanya milik dia yang kaya, maka Scot Young, miliarder asal Skotlandia takkan bunuh diri dengan meloncat dari lantai empat penthouse miliknya pada 8 Desember 2014.

Jika kekuasaan membuat orang bahagia, maka Presiden ke-96 Peru, Alan Garcia Perez takkan bunuh diri dengan menembakkan dirinya sendiri. Artinya, bahagia atau tidaknya seseorang, bukan ditentukan dari kekayaan, jabatan, kekuasaan, kecantikan, atau seberapa sukses kehidupan.

Kebahagiaan adalah milik sendiri, mampukah seseorang bersyukur dengan apa yang telah dimiliki. Sekali lagi, inti dan kunci bahagia adalah bersyukur kepada Allah SWT, seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Ada pun doa yang selalu dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk kebahagiaan hidup beliau adalah:

“Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik.”

Artinya:

“Ya Allah, tolonglah aku dalam berzikir, bersyukur, dan beribadah yang baik pada-Mu.”

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini