Disukai Anak-anak, Ternyata Ada 4 Konten Dewasa yang Terselip dalam Kartun Spongebob

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTASpongeBob SquarePants merupakan sebuah serial animasi yang diproduksi Nickelodeon. Serial animasi ini pertama kali ditayangkan di Amerika Serikat pada tahun 1999 dan menjadi tontonan menarik hingga saat ini.

Tapi tahukah Anda, walau dikategorikan sebagai tontonan anak-anak, kartun Spongebob ternyata menyelipkan konten dewasa. Jika kamu jeli, serial kartun Amerika ini kerap menampilkan adegan atau percakapan tak senonoh.

Karena untuk penempatan adegan atau percakapan diselipkan diantara beberapa adegan setiap serialnya.

Apa saja konten dewasa yang terselip dalam kartun Spongebob ini? Berikut empat candaan dewasa dalam kartun anak “Spongebob Squerepants”.

  1. Mr. Krab ditembaki bra

Disalah satu serialnya, menceritakan Mr. Krab yang bertukar posisi dengan plankton. Plankton menjadi boss Krusty Krab, Sedang Mr. Krab menjadi pemilik Chump Bucket yang selalu berusaha mencuri resep krabby patty.

Namun usaha Mr. Krab digagalkan Spongebob dengan menembakkan pakaian. Tembakan berisi pakaian ini dilancarkan karena Mr. Krab sedang bertelanjang. Akhirnya satu pakaian melekat pada Mr. Krab, yang tak lain adalah pakaian dalam wanita berupa Bra.

  1. Kue ucapan penyakit kelamin

Candaan dewasa serial Spongebob kali ini di tandai dengan kue yang dibawa Spongebob pada ulang tahun Patrick. Karena teburu-buru, akhirnya Spongebob langsung menghampiri toko kue terdekat untuk memberikan kue ulang tahun Patrick.

Sang penjaga toko akhirnya memberikan satu kue yang tersisa, yang di atasnya bertuliskan “maaf karena kudisnya” (sorry about the Scabies).

Masalahnya ada pada tulisan “scabies”. Scabies merupakan salah satu jenis penyakit kudis. Dan ternyata memiliki arti yang sama dengan Sexually Transmitted Diseases atau penyakit kudis kelamin.

  1. Mencari lubang

Ingatkah kamu serial dimana Spongebob memelihara seekor kuda laut? Kemanapun Spongebob pergi, ia selalu membawa hewan itu kemanapun. Termasuk saat Spongebob pergi kerja ke Krusty Krab.

Kuda laut hijau itu di parkirkannya di depan Krusty Krab. Kuda laut yang sedang menunggu Spongebob bekerja, dihampiri oleh dua ikan dan mereka beranggapan kuda laut yang terparkirkan ini adalah wahana untuk dinaiki.

Dua ikan ini segera mencari koin untuk dimasukkan ke dalam lubang. Dalam adegan yang tidak diperlihatkan, sepertinya ikan yang ingin menaiki kuda laut, memilih lubang yang tidak layak jika di perlihatkan di layar kaca.

  1. Pelecehan seksual ala penjara

Kali ini menceritakan mengenai Spongebob sibuk mencari cara agar siput kesayangannya, Gary bersedia dimandikan. Salah satu caranya adalah dengan bermain bajak laut.

Dalam adegan ini ternyata terselip canda yang menyangkut pelecehan seksual ala penjara. Terutama bagi mereka yang pernah mendekap penjara Amerika.

Jika narapidana tak sengaja menjatuhkan sabun saat mandi, yang mengakibatkan mereka harus membungkuk mengambil sabun itu, maka narapidana harus bersiap menerima perlakuan tak mengenakkan dari teman satu kamar mandinya.

Disitulah Spongebob langsung berkata “don’t drop the shoap” kepada Gary sambil mengedipkan matanya.

8 KOMENTAR

  1. Kartun yg emang laku bahkan di banyak negara, dan lebih baik dr pd sinetron yg kadang2 ada yg ga jelas atau malah ga mendidik.

  2. Apakah karna hal sepele seperti ini membuat Kominfo melarang anak Indonesia bahagia?!! Sedangkan banyak sinetron tak mendidik yang cuma mengandung percintaan justru dibenarkan

  3. Saya bukan pecinta sinetron tp saya jg tdk memberi izin anak saya utk nonton Spongebob
    Karna tdk begitu mendidik,
    Masih bnyk kartun anak² yg mendidik dan sesuai dg culture kita org Indonesia
    Utk org tua, memang harus lebih bijak memilih tontonan yg boleh ditonton oleh anak²

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat, Ruang Perubahan Generasi

Oleh: Jaya Abdi Keningar *) Sekolah Rakyat tidak lahir sebagai proyek pendidikan biasa. Ia hadir sebagai jawaban ataspersoalan yang selama puluhan tahun menjadi simpul ketimpangan pembangunan manusiaIndonesia: kemiskinan ekstrem yang diwariskan lintas generasi melalui keterbatasan aksespendidikan bermutu. Dalam konteks ini, Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi belajar, melainkan ruang perubahan, tempat negara secara sadar mencoba memutus rantaiketertinggalan dari hulunya. Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, Sekolah Rakyat dirancang denganpendekatan yang menyentuh akar persoalan sosial. Pendekatan ini menjelaskan mengapaleading sector program ini berada di Kementerian Sosial, bukan semata di kementerianpendidikan. Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai desain tersebut sebagaipilihan kebijakan yang logis karena sasaran utama Sekolah Rakyat adalah kelompok desilsatu dan dua, masyarakat miskin ekstrem yang selama ini tertinggal dari sistem pendidikanreguler. Menurutnya, orientasi ini menegaskan bahwa pendidikan diposisikan sebagaiinstrumen mobilitas sosial, bukan hanya pemenuhan administratif. Dalam perspektif pendidikan, kebijakan ini mencerminkan pergeseran paradigma negara. Pendidikan tidak lagi dipahami semata sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi sebagaistrategi intervensi struktural untuk memperbaiki kualitas hidup. Presiden Prabowo Subianto, dalam berbagai kesempatan, menekankan bahwa tujuan pembangunan bukanlah mengejarstatus negara berpendapatan tinggi, melainkan memastikan rakyat hidup layak, makan cukup, sehat, dan anak-anak memperoleh pendidikan yang baik. Penempatan Sekolah Rakyat dalamkerangka besar Asta Cita menunjukkan bahwa pendidikan ditempatkan sejajar denganswasembada pangan dan energi sebagai fondasi kedaulatan bangsa. Namun, tantangan terbesar Sekolah Rakyat justru terletak pada kualitas proses belajar itusendiri. Banyak anak yang masuk ke Sekolah Rakyat membawa beban ketertinggalan literasiyang serius. Dalam dialog publik bertema “Menjaga Literasi Sekolah Rakyat” di TVRI,Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz menegaskan bahwa literasi tidak bolehdipersempit hanya pada kemampuan membaca teks, melainkan kemampuan mengolahinformasi secara kritis untuk meningkatkan kualitas hidup. Pandangan ini menegaskan bahwaliterasi adalah inti dari transformasi, bukan pelengkap kebijakan. Di sinilah perpustakaan Sekolah Rakyat mengambil peran strategis. Perpustakaan tidak lagidiposisikan sebagai ruang sunyi penyimpanan buku, tetapi sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk belajar tanpa stigma. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa ketikaperpustakaan dikelola secara aktif, dengan kegiatan membaca bersama, diskusi buku, dan kelas menulis, anak-anak yang semula pasif mulai berani menyampaikan pendapat. Perubahan ini mungkin tidak langsung terlihat dalam angka, tetapi sangat menentukan arahmasa depan mereka. Pendekatan hibrida yang menggabungkan buku cetak dan teknologi digital juga menjadikunci adaptasi Sekolah Rakyat dengan realitas zaman....
- Advertisement -

Baca berita yang ini