Dewa 19 Bakal Tampil Beda saat Konser di Candi Prambanan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Masih dalam rangkaian ulang tahun ke-30, Dewa 19 akan mengggelar konser di Candi Prambanan pada 6 Agustus 2022. Ahmad Dhani mengatakan, konser kali ini akan berbeda dibandingkan di kota lainnya.

Hal yang membedakan dengan konser di kota lainnya adalah, kali ini Dewa 19 akan tampil dengan formasi empat vokalis dan dua drummer yang merupakan bagian dari sejarah eksistensi band yang debut pada 1992 tersebut.

Empat vokalis yang akan tampil adalah, Ari Lasso, Once Mekel, Ello, dan Virzha. Sedangkan dua drummernya adalah, Tyo Nugros dan Agung.

“Kami akan membawakan 30 lagu. Beda dari tempat lain, kami tidak akan menyanyikan sebanyak itu,” kata Ahmad Dhani.

Ada beberapa lagu yang nantinya akan dibawakan dengan formasi empat vokalis dan dua drummer di satu panggung.

“Ya mungkin ada dua atau tiga lagu,” ujarnya.

Promotor Otello Asia menjual lima kategori tiket. Harga paling murah 400 ribu Rupiah dan paling mahal 2,5 juta Rupiah.

Kategori Festival 400 ribu Rupiah, Silver (Rp 1 juta), Gold (1,3 juta), Diamond (Rp 1,8 juta) dan Super VVIP (Rp 2,5 juta).

“(Kuota) tiket tinggal 40 persen lagi. Sebab pre-sale satu dan dua sudah terjual habis,” kata CEO Otello Asia, Sysan Ibrahim.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini