Deretan Fakta Song Joong Ki, Gak Cuma Ganteng Serba Bisa Juga Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Siapa nih yang belum bisa move on Song Joong Ki, si Corn Salad di drama ‘Vincenzo’? Gak heran sih, pesonanya itu memang benar susah dilupain.

Bagi Kamu yang mungkin baru menjadi penggemar Song Joong Ki, sudah tahu belum fakta tentang pria kelahiran tahun 1985 ini?

Kalau belum, berikut fakta-fakta yang mungkin belum Kamu ketahui tentang Song Joong Ki:

1. Dikenal oleh penggemar luar negeri pada tahun 2016.

Song Joong Ki sudah terkenal di Korea sebagai hasil dari perannya dalam drama sejarah “Sungkyunkwan Scandal” pada tahun 2010. Orang Korea cepat jatuh cinta dengan aktor tersebut, tetapi baru pada tahun 2016 Song Joong Ki dapat naik ke status Hallyu.

Yups, apalagi kalau bukan karena dia berperan dalam serial “Descendants of the Sun” sebagai Kapten Yoo Shi Jin. Orang-orang di seluruh dunia dapat melihat daya tarik Song Joong Ki.

Tahun itu, ia memenangkan Penghargaan Seni Baeksang untuk aktor paling populer dan juga mendapat Daesang di Penghargaan Drama KBS. Drama ini memulai ketenaran internasionalnya dan telah menuju kekuatan penuh sejak itu!

2. Song Joong Ki juga seorang penulis.

Pada tahun 2010, Song Joong Ki dan editor kecantikan Hwang Min Young menulis sebuah buku bersama berjudul “Proyek Kulit Cantik Untuk Pria.” Karena Song Joong Ki dikenal memiliki kulit yang mulus, orang-orang sangat ingin mengetahui rahasia dan cara perawatan kulitnya! Bahkan, buku itu mencapai nomor satu dalam daftar buku terlaris saat itu. Gokil kan?!

3. Bernyanyi untuk OST salah satu dramanya.

Pada tahun 2012, Song Joong Ki membintangi melodrama “The Innocent Man” sebagai pria nakal bernama Kang Ma Ru. Serial ini sukses besar pada saat itu, dan membuat Song Joong Ki menjadi bintang secara nasional. Menariknya, Song Joong Ki juga menyumbangkan suara untuk OST drama ini lho!.Lagu tersebut berjudul “Really”.

4. Dia pertama kali muncul di acara “Quiz Korea”

Sebelum Song Joong Ki bahkan memulai debutnya di film tahun 2008 “Frozen Flower,” dia adalah seorang tamu di acara “Quiz Korea.” Dia muncul di menit terakhir acara, menggantikan kontestan lain yang jatuh sakit pada saat itu. Dia mampu menunjukkan kekuatan intelektualnya dengan menempati posisi kedua di acara itu!

5. Sahabatnya Lee Kwang Soo

Lee Kwang Soo adalah teman yang selalu disebutkan Song Joong Ki dalam wawancaranya. Dia bahkan mengatakan bahwa ketika Lee Kwang Soo mengunjunginya di militer, itu memberinya energi dan kekuatan paling besar. Dia juga sering menginap di rumahnya dan bahkan pernah bertemu dengan anggota “Running Man” saat menginap.

Lee Kwang Soo juga pergi ke pernikahan kakak laki-laki Song Joong Ki karena Joong Ki sedang menjalani wajib militer dan tidak bisa hadir. Juga terungkap bahwa Lee Kwang Soo sering mengunjungi keluarganya, membawa hadiah dan menghabiskan waktu bersama mereka. Betapa manisnya persahabatan ini?

6. Dia tidak menggunakan media sosial

Song Joong Ki telah menyebutkan pada beberapa kesempatan bahwa dia tidak menggunakan media sosial. Dia mengatakan bahwa dia tidak terlalu paham teknologi, dan suatu kali dalam sebuah wawancara, dia ditanya bagaimana para penggemarnya dapat menghubunginya di media sosial, dan dia berkata untuk meninggalkan pesan atau pertanyaan di akun Lee Kwang Soo.

Untungnya, perusahaan barunya HiSTORY telah aktif mengelola akun media sosial barunya dan telah mengunggah banyak video di saluran YouTube mereka. Ini adalah berita bagus untuk para penggemarnya karena kami bisa sering mendapatkan pembaruan tentang megastar!

7. Dia dulunya adalah seorang speed skater.

Song Joong Ki dilatih menjadi skater sejak kelas satu. Dia berlatih dengan rajin selama sekitar 12 tahun dan pernah menjadi skater kecepatan trek pendek. Dia sangat berbakat dan berlatih sangat keras untuk itu sehingga dia bahkan beberapa kali berkompetisi di Festival Olahraga Nasional sebagai perwakilan kotanya, Daejeon. Alasan berhentinya adalah karena cedera engkel yang didapatnya saat berusia 15 tahun.

8. Dia sangat populer di kampus.

Ini sih sudah pasti, secara dia gantengnya minta ampun. Dengan penampilan seperti Song Joong Ki, mustahil untuk tidak mendengar tentang dia saat menjadi mahasiswa. Dia berada di sampul majalah perguruan tinggi dan juga disebutkan dalam sebuah wawancara bahwa dia tidak pernah berkencan saat masih kuliah.

9. Song Joong Ki bisa nge-rap.

Dalam klip lama, Song Joong Ki berkolaborasi dengan rapper Outsider pada tahun 2009. Netizen terkesan dengan kemampuannya untuk mengimbangi rapper dan kemampuannya untuk benar-benar terlihat seperti idola!

Setelah mengetahui fakta-fakta di atas, siapa nih yang makin jatuh cinta dengan Song Joong Ki?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini