Definisi Independent Woman, Park Min Young Masih Ingin Terus Bekerja daripada Menikah

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Park Min Young baru saja menyelesaikan proyek dramanya bersama Song Kang. Drama itu berjudulkan ‘Forecasting Love and Weather’ dan sudah berakhir sejak 3 April 2022.

Nah, baru-baru ini Park Min Young mengakui bahwa dirinya masih ingin bekerja daripada menikah.

Melansir dari Newsen, Min Young telah berperan sebagai Ha Kyung yang mana karakternya itu sudah melewati usia pernikahan dan terkadang mendapat tekanan dari ibunya. Tapi di sisi lain, aktris ini juga berjuang antara pekerjaan dan cinta.

“(Pernikahan) adalah sesuatu yang telah kupikirkan sejak aku berusia 20-an. Kupikir aku akan melakukannya ketika aku berusia 27, 30, atau akhir 30-an, tapi aku tidak mengatakannya lagi. (Bekerja) masih menyenangkan. Kupikir aku akan menemukan babak keduaku, tapi itu menyenangkan dan ada hal-hal yang harus dilakukan,” jelasnya.

Ia berkata bahwa pernikahan tidak akan jauh lagi. Sedangkan pekerjaannya sebagai seorang aktris masih menjadi prioritasnya.

“Baik dulu maupun sekarang, prioritasku tetap bekerja. Baru setelahnya cinta. Karakter Oh Joo Im (Yoon Sabong) dalam ‘Forecastin Love and Weather’ yang sudah menikah, melahirkan, dan merawat anak mengatakan pada Jin Hakyung ‘kuharap kamu tidak mengalaminya’. Karena aku sebaya dengan Jin Hakyung, perkataan itu sangat ngena bagiku,” lanjutnya.

Min Young mengakui bahwa jika ia menikah pun ia akan tetap melanjutkan hidupnya sebagai aktris.

“Orang-orang bilang aku berada di usia pernikahan. Tapi jaman sekarang bukan jamannya lagi usia pernikahan. Sekarang jamannya usia kerja. Aku sudah paham tentang pekerjaan dan bisa sedikit santai, jadi sekarang adalah waktu yang tepat untuk bekerja,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini