Catat Ya! Ini Deretan Drama Korea yang Tayang Bulan Desember

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Memasuki bulan Desember, pecinta K-drama tentu sudah menantikan drama Korea terbaru. Kebanyakan dari kamu mungkin sudah menamati beberapa drakor yang juga tayang bulan November kemarin.

Gak kalah seru, drama Korea di bulan Desember juga berlimpah lho! Mulai dari genre aksi, hingga romantis yang bisa bikin kamu senyum-senyum sendiri.

Penasaran daftar drama Korea terbaru di bulan Desember ini? Yuk simak!

  1. Artificial City

Pertama ada drakor Artificial City. Drama ini akan mempertemukan dua bintang senior Korea Selatan, Soo Ae dan Kim Kang Woo.

Drama ini menceritakan Soo Ae memerankan sosok Yoon Jae Hee yang menikahi pewaris Grup Sungjin, Jung Joon Hyuk (Kim Kang Woo).

Meskipun Joon Hyuk lahir di luar nikah, Jae Hee ingin menjadikannya presiden Korea berikutnya. Untuk melakukannya, ia bekerja sama dengan calon kepala jaksa dan berperang dengan mertuanya.

Buat kamu yang penasaran, Artidicial City akan tayang pada 8 Desember 2021 mendatang.

2. Our Beloved Summer

Selanjutnya ada Our Beloved Summer. Buat kamu pecinta drama romantis, drakor satu ini cocok kamu tonton di bulan Desember.

Choi Woo Shik dari film Parasite dan Kim Da Mi dari Itaewon Class. Mereka akan memerankan pasangan yang putus dan menyesal pernah pacaran. Meski tidak mau, pasangan ini terpaksa bersatu kembali di depan kamera karena sebuah film dokumenter.

Nantinya, drama ini bakal tayang pada 8 Desember 2021.

3. Bad and Crazy

Siapa pecinta drama aksi yang menegangkan? Bad and Crazy bisa jadi pilihan yang tepat, lho!

Drama ini dibintangi dua aktor tampan, Lee Dong Wook dan Wi Ha Joon. Lee Dong Wook memerankan Soo Yeol, seorang perwira yang akan melakukan apa saja untuk berhasil.

Namun hidupnya berubah ketika bertemu K (Wi Ha Joon), seorang perwira yang bermimpi menjadi pahlawan dadakan. Drama yang tayang pada 17 Desember 2021 ini juga akan dibintangi aktris cantik, Han Ji Eun.

4. Snowdrop

Pecinta K-drama pasti sudah menantikan drama Snowdrop yang dibintangi Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae In. Drama romantis yang bersetting di masa iklim politik yang kacau pada tahun 1987 ini merupakan debut pertama Jisoo di dunia akting.

Buat yang gak sabar, Snowdrop bakal tayang pada 18 Desember 2021.

5. The Silent Sea

Satu lagi drama yang akan tayang di bulan Desember ialah The Silent Sea. Drama bertabur bintang ini akan dimainkan Gong Yoo, Bae Doona, dan Lee Jon.

Nantinya, mereka akan menjalani misi berbahaya ke Bulan untuk mengambil sampel misterius dari stasiun penelitian yang ditinggalkan. Drama ini akan tayang pada 24 Desember 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penanganan Kasus Air Keras Melalui Pengadilan MiliterDinilai Solutif

Oleh: Dimas Alfarizi RahmanKasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus kembali menjadi sorotanpublik di tengah dinamika penegakan hukum yang ditempuh melalui mekanisme peradilanmiliter. Langkah ini dinilai sejumlah kalangan sebagai solusi yang tepat untuk memastikanproses hukum berjalan profesional, terukur, dan sesuai dengan kewenangan institusi yang terlibat, terutama karena dugaan keterlibatan aparat militer. Pemerintah pun menunjukkankomitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa mengganggu independensi proses hukum, sehingga kepercayaan publik terhadap sistem peradilan tetap terjaga.Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa proses penyidikan terus berjalan secara signifikan. Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian menyampaikanbahwa penyidikan yang dilakukan oleh Pusat Polisi Militer TNI telah mencapai sekitar 80 persen. Hal ini menandakan adanya progres yang cukup cepat dalam mengungkap kasus yang sempat memantik perhatian luas masyarakat. Dalam proses tersebut, penyidik telah menetapkanempat orang tersangka dengan sangkaan pasal terkait penganiayaan berat dan penganiayaanberencana, yang menunjukkan adanya unsur kesengajaan dalam tindakan tersebut.Meski demikian, proses hukum belum sepenuhnya rampung karena masih menunggu sejumlahbukti penting. Penyidik saat ini tengah menantikan hasil visum dari Rumah Sakit CiptoMangunkusumo serta keterangan dari korban sebagai saksi utama. Kedua hal ini menjadi faktorkrusial dalam memperkuat konstruksi perkara sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya. Pendekatan yang berhati-hati ini dinilai penting agar proses hukum tidak tergesa-gesa dan tetapmengedepankan akurasi serta keadilan bagi semua pihak.Di sisi lain, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Aulia Dwi Nasrullah memastikan bahwainstitusinya bekerja secara maksimal dalam menangani kasus ini. Ia menegaskan bahwa proses penegakan hukum dilakukan secara terbuka, profesional, dan akuntabel. Keempat tersangkabahkan telah menjalani penahanan di fasilitas tahanan militer dengan pengamanan ketat sejakpertengahan Maret 2026. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa tidak ada upaya untukmelindungi pelaku, melainkan justru menunjukkan keseriusan institusi militer dalam menjagaintegritasnya.Pengawasan dari Komnas HAM juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjagatransparansi. Lembaga tersebut berencana melakukan pendalaman lebih lanjut dengan memintaketerangan para tersangka serta menghadirkan ahli dari berbagai bidang. Upaya ini bertujuanuntuk memperkuat analisis dan memastikan bahwa kesimpulan yang dihasilkan benar-benarmencerminkan keadilan substantif, tidak hanya sekadar memenuhi aspek formal hukum.Peran Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban turut menjadi bagian penting dalam proses ini. Lembaga tersebut telah memberikan perlindungan fisik kepada korban, termasuk pengamananmelekat, bantuan medis, serta pemenuhan hak-hak prosedural selama proses hukum berlangsung. Perlindungan juga diberikan kepada saksi dan keluarga korban, sehingga mereka dapat menjalaniproses hukum tanpa tekanan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa negara tidak hanya fokus padapenindakan pelaku, tetapi juga pada pemulihan korban.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga datang dari berbagai elemen masyarakat. Forum Ukhuwah Islamiyah Indonesia melalui ketuanya M. Risdiansyah menilai bahwa sikappemerintah yang tidak mencampuri proses peradilan merupakan langkah yang tepat. Hal inisejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penegakanhukum secara cepat dan profesional. Sikap Menteri HAM Natalius Pigai yang tidak melakukanintervensi juga dianggap sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip negara hukum.Menurut Risdiansyah, intervensi pemerintah dalam proses hukum justru berpotensi menimbulkanpreseden buruk di masa depan. Jika hal tersebut dibiarkan, maka dapat membuka ruang bagipenyalahgunaan kekuasaan yang merugikan sistem hukum secara keseluruhan. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidakmendorong pemerintah untuk melampaui kewenangannya.Dalam perspektif yang lebih luas, penggunaan peradilan militer dalam kasus ini seharusnyadipahami sebagai bagian dari mekanisme hukum yang sah dan telah diatur dalam sistemperundang-undangan. Setiap institusi memiliki kewenangan masing-masing dalam menanganiperkara yang melibatkan anggotanya. Dengan adanya pengawasan dari lembaga independenseperti Komnas HAM dan LPSK, proses ini tetap berada dalam koridor transparansi danakuntabilitas.Sepanjang satu tahun terakhir, pemerintah juga mencatat berbagai keberhasilan dalammemperkuat sistem hukum dan perlindungan hak asasi manusia. Upaya tersebut terlihat darimeningkatnya koordinasi antar lembaga penegak hukum, percepatan penanganan kasus strategis, hingga penguatan peran lembaga pengawas yang semakin aktif dalam menjalankan fungsinya. Hal ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya reaktif terhadap kasus tertentu, tetapi jugaterus membangun sistem yang lebih kuat dan berkeadilan.Dengan demikian, penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus melaluipengadilan militer dapat dipandang sebagai langkah yang solutif selama dijalankan secaratransparan dan akuntabel. Semua pihak diharapkan dapat memberikan ruang bagi proses hukumuntuk berjalan tanpa tekanan, serta mendukung upaya penegakan hukum yang adil. Padaakhirnya, keadilan hanya dapat terwujud apabila setiap elemen bangsa menghormati hukum danbersama-sama menjaga integritas sistem peradilan yang menjadi fondasi negara hukum.*) Analis Kebijakan Keamanan dan Peradilan
- Advertisement -

Baca berita yang ini